Warga Harapkan Pembangunan Jembatan


Foto : Vilkodri/Pagaralam Pos
SEBERANGI SUNGAI : Tampak siswa saat menyebrangi sungai untuk berangkat ke Sekolah

PAGARALAM POS, Muratara – Perjuangan Siswa dari Rompok Sungai Cinau, Desa Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), setiap hari harus berenang menyebrangi sungai demi untuk berangkat ke sekolah.

Untuk beraktivitas sehari-hari, warga sekitar sudah membuatkan rakit bambu sebagai alat untuk menyeberangi sungai, namun peralatan itu sangatlah minim, seringkali siswa memilih berenang untuk dapat menyeberangi sungai.



Dijelaskan Siti Hawa seorang guru, ia menuturkan aktivitas menyeberangi sungai ini, dilakukan oleh siswa setiap hari, baik pagi maupun siang hari (pergi dan pulang sekolah, red). Lebar sungai yang sebrangi siswa sekitar 25 meter. “Sejak dulu belum ada jembatan, jadi anak-anak dan warga disini termasuk kami, harus melawan arus sungai demi untuk melakukan aktivitas,” ungkap Siti Hawa.

Lanjut Siti Hawa, ia menuturkan bahwa aktivitas sekolah seringkali diliburkan bila kondisi air sedang dalam kondisi naik, karena mengkhawatirkan keselamatan siswa bila harus memaksakan berenang melewati sungai. Pihaknya dan warga sekitar sangat mengharapkan dibangunnya jembatan, karena mengingat aktivitas sehari-hari selalu menyeberangi sungai tersebut. “Sangat berharap dibangunnya jembatan, supaya kita disini menjalankan aktivitas selalu aman tanpa ada yang dikhawatirkan,” harapnya.

Mustafa Ma’ruf seorang warga di sekitar, ia mengungkapkan bahwa, untuk membangun jembatan sebelumnya sudah pernah datang perwakilan dari yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM), sekaligus sudah melakukan pendataan. “Beberapa waktu lalu sudah ada yang datang, mereka mengatakan akan membantu pembangunan jembatan, kami sangat mengaharapkannya,” jelas Mustafa.



Sementara itu, Koko Triantoro perwakilan IBM di daerah muratara saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa mereka pernah mendatangi daerah rompok sungai cinau dan melakukan kegiatan pengumpulan administrasi untuk mengajukan pembuatan jembatan. “Iya benar, kami sudah pernah berkunjung kesana, ada juga kegiatan pengumpulan data untuk pembangunan jembatan, sekarang sedang proses penggalangan dana, bila sudah terkumpul, nanti akan ada tim yang datang untuk melakukan kegiatan pembangunan jembatan,” jelas Koko.

Koko mengaku, bila kegiatan tersebut berjalan lancar, jembatan tersebut akan menjadi yang kedua yang mereka bangun untuk daerah pedalaman di wilayah Kabupaten Muratara, bahwa sebelumnya mereka pernah membangun jembatan di Rompok Sungai Nau, Kecamatan Rupit. (Vil23)

Previous Gubernur Konsisten Bangun Industri Wisata
Next Sempat Heboh, Dikira Penculik Anak