Terdapat 8 Kasus Kekerasan Anak


Foto : Net

PAGARALAM POS, Muratara – Dari bulan Januari sampai dengan September tahun 2018, setidaknya terjadi delapan (8) kasus kekerasan pada anak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Hal tersebut dikatakan Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Muratara, Rudi Hartono.




Dirinya mengatakan, jika dari kasus kekerasan anak ini sudah ada pelaku yang ditangkap, dan pihaknya menyerahkan secara penuh ke pihak kepolisian agar menindak para pelaku tersebut. “Pelaku kekerasan pada anak di Kecamatan Rawas Ilir sudah diamankan pihak yang berwajib, yakni Polsek Rawas Ilir. Kami dari P2TP2A menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Sesuai Undang undang (UU) no 35 tahun 2014 atas perubahan UU no 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak,” kata Rudi Hartono.




Dari 8 kasus kekerasan terhadap anak, pihaknya akan selalu memonitor kasus tersebut serta memberikan pendampingan yang dibutuhkan korban. Baik secara medis, psikologis, maupun pendampingan hukum sampai kepengadilan sesuai yang dibutuhkan anak tersebut.




“Kami akan terus mengawal kasus-kasus tersebut, kita akan berikan pendampingan kepada korban kekerasa. Dari delapan kasus tersebut, yang baru sampai kepengadilan saat ini yakni kasus ustad yang di Desa Maur kemarin,” jelasnya.




Ia mengungkapkan, dari delapan kasus itu diantaranya, penyalahgunaan narkoba di kecamatan Karang Jaya, kasus ini sudah diselesaikan, dan hak-haknya sudah kita berikan. Kemudian kasus kekerasan terhadap anak di Desa Pantai Kecamatan Rupit, kasus ini sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Setelah itu kasus pelecehan terhadap anak umur 4 tahun di Rawas Ulu, kasus ini juga sudah diselesaikan secara kekeluargaan.




“Dari kasus-kasus yang melibatkan anak ini ada yang di selesaikan secara musyawarah keluarga, sehingga tidak melibatkan pihak kepolisian. Namun semua itu kembali ke keluarga korban, mau diselesaikan secara kekeluargaan atau ke jalur hukum,” ungkapnya.




Ia menghimbau kepada seluruh orang tua agar mengawasi dan menjaga anak-anaknya, jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, baik kekerasan secara fisik maupun seksual. Kenapa begitu ? Karna kekerasan terhadap anak bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.




“Pelakunya bisa orang tua, paman, tetangga dan sebagainya, apabila ada yang mengalami kasus seperti diatas segera melapor ke P2TP2A Kabupaten muratara maupun pihak yang berwajib sehingga kami dapat memberikan pendampingan,” pungkasnya. (mg01)

Previous Kades dan Lurah Tanda Tangan Fakta Integritas Kamtibmas
Next Kemana Mobdin Mantan Bupati Lahat ?