Susno Duadji: Petani Profesi Terhormat, Walikota Pagaralam Dua Jempol


Foto: agung/Pagaralam Pos
HITAM PUTIH: Komjen Pol (Purn) Susno Duadji saat diwancarai Deddy Corbuzer dalam acara hitam putih.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Usai pensiun dari kepolisian, mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji yang pernah mengeluarkan analogi Cicak vs Buaya dalam persaingan KPK dan Polri, kini ia memilih tinggal di desa menjadi seorang petani di tanah kelahirannya, Kota Pagaralam.




Aktivitas yang sederhana inilah yang menarik minat salah satu stasiun TV Nasional Trans 7 mengundangnya dalam acara bertajuk Hitam Putih, dipandu pembawa acara Deddy Corbuzier, Rico ceper dan Fanny Ghassani tadi malam, sekitar pukul 18.00 WIB.




Berbagai pertanyaan dilontarkan host dalam acara tersebut, mulai dari alasan kenapa memilih bertani hingga ditanya mana yang paling enak, menjadi Polisi atau jadi bertani. “Saya sudah menjadi petani sejak kecil. Ini hobi saya. Kalau saya pulang kampung pastinya bertani, karena profesi petani cukup terhormat,” kata Susno menjawab pertanyaan Host.




Selain itu kata Susno, paling enak setelah Polisi jadi bertani, jadi tidak usah lagi mikirin suara berapa atau job apa. Pikiran juga menjadi tenang. “Saya punya 12 hektar kebun yang ditanami berbagai komoditi tanaman, seperti kopi, karet, durian, padi, sayuran dan komoditi lainnya. Ini saya garap sendiri dan dibantu pekerja lainnya,” jelasnya.




Susno juga menjelaskan kepada Host, bahwasannya tanah kelahirannya Kota Pagaralam saat ini tengah mengembangkan agrowisata. “Ada kebun jeruk dan kopi, pokoknya Walikotanya saat ini mmmm…(sambil mengacungkan dua jempol, red). Jadi saat libur hari raya ramai dikunjungi. Masuk bayar, beli bayar dan keluar juga bayar. Walikota Pagaralam juga, sedang menjalankan program stek kopi bagi para petani. Stek kopi ini untuk mengembangkan komoditi kopi di Pagaralam,” kata Susno. (08)

Previous Joncik Ajak ASN Sehat Tanpa Narkoba
Next Simpan Sabu saat Dinas Malam, Oknum Satpam Bank Dibekuk Polisi