Sungai Keruh Kembali Meluap



Foto : Ist/Pagaralam Pos
TINJAU : Camat Paiker, Noperman Subhi saat menijau lokasi banjir di Desa Muara Aman Kecamatan Paiker, Rabu (24/6).

*Lahan Pertanian dan Rumah Warga Terendam Banjir
PAGARALAM POS, Empat Lawang
– Sungai Keruh di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) kembali meluap. Kali ini membuat puluhan rumah warga di Desa Muara Aman terendam banjir, Rabu (24/6).

Camat Paiker, Noperman Subhi mengatakan, selain merendam pemukiman warga, luapan sungai juga merendam sawah sekitar 50 hektar di Kecamatan itu. “Rumah warga ada sekitar 30-an yang kebanjiran, kandang ternak serta juga SD Negeri 10 ikut terendam,” kata Noperman.

Dikatakannya, dalam musibah tersebut tidak sampai mengakibatkan rumah warga hanyut, tapi dirinya mengkhawatirkan rumah warga yang masih terbuat dari kayu, akan mengalami kerusakan. “Alhamdulillah, tidak ada rumah warga yang hanyut, tapi rumah kayu ditakutkan jebol dan berkemungkinan hanyut,” jelasnya.

Sebab, lanjut Noperman, kedalaman banjir disana bervariasi, yaitu sekitar 50 Cm hingga 1 Meter lebih. “Bervariasi, rata-rata sebatas lutut, untuk di Dusun II Muara Aman sampai dada orang dewasa,” ucapnya.

Sementara, Kades Air Mayan Darmawan mengatakan, hampir 50 hektar sawah di Palo Dalam dan Pama Salak dalam wilayah Desanya terendam akibat luapan air keruh. “Ya tadi malam air besar sekali, akibatnya air meluap sehinga merendam areal persawahan,” ungkapnya.
Teripisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang, Kuswinarto mengaku, sudah memerintahkan petugas BPBD ke lokasi banjir. “Anggota kita sudah dilapangan guna membantu masyarakat yang terkena banjir, berjumlah 15 orang,” katanya.
Dirinya juga mengimbau agar masyarakat, khususnya yang berada di pinggiran sungai agar jangan menebang hutan sembarangan, karena bisa berdampak kerugian untuk masyarakat itu sendiri. “Bencana ini adalah urusan kita bersama, makanya jaga alam, maka alam pun akan menjaga kita,” ucapnya.

Sebab tambah dia, musibah kebanjiran dan tanah longsor yang sering terjadi ini akibat ulah tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. “Seperti sudah dilarang menebang pohon di hutan lindungan, tapi kenyataannya masih saja di tebang,” tukasnya. (Ac07)

Previous Kembang Desa Diperkosa Kades, Kini Anggota DPRD Lahat
Next Ratusan Santri Kembali ke Pondok