Setiap TPS Pilkades Dikawal Dua Polisi


PAGARALAM POS, Empat Lawang – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Empat Lawang akan kembali dilaksanakan secara manual. Nah, terkait pengamanan pilkades yang direncanakan digelar November 2016 mendatang , polres empat lawang akan tempatkan minimal dua anggota per tempat pemungutan suara (TPS).

Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro mengatakan, pihaknya siap membantu mengamankan pesta demokrasi dikalangan masyarakat desa itu. Pihaknya, akan bekerjasama dengan pihak BPMPD Empat Lawang untuk mengkalkulasikan berapa jumlah Tempat Pemilihan Suara (TPS) TPS) mengelompokkan di TPS mana yang potensi kerincuhannya tinggi. “Ada 40 desa ikut pilkades, kita lihat katagorinya apakah aman, rawan atau rawan sekali. Tiap TPS bilamana memungkinkan 2 anggota akan disiapkan,” ungkapnya.

Sementara  Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Empat Lawang, Alhumaidy Saman tetap yakin akan berjalan sukses. Sebab, menurutnya, potensi kericuhan pada pilkades sistem manual ataupun evoting, sama saja. Tergantung lagi kesiapan, kesigapan, kemampuan dan ketegasan panitia serta aparat terkait lainnya. “Dua-duanya memiliki potensi terjadi ricuh, karena kebanyakan tidak mau menerima kekalahan, akibat kekalahan mencari alasan untuk dikambing hitamkan,  mulai dari mata pilih, alat, waktu dan lain-lain,” kata dia.

Namun, apabila seluruh elemen terkait dari awal sudah merencanakan pelaksanaan demokrasi tingkat desa ini degan baik, mengantisipasi secara baik dan menyeluruh. Tentu potensi kericuhan akan kecil sekali. “Insya kericuhan tidak akan terjadi, andaikan terjadipun akan cepat ditangani dan  diselesaikan dengan baik. Tahun kemarin(2015, red) pelaksanaan melalui sistem evoting. Banyak juga kericuhan, keributan, bahkan hampir diseluruh kecamatan, tapi dengan kesigapan panitia, aparat keamanan dan bantuan masyarakat semua dapat teratasi,” tutur dia.

Sedangkan untuk potensi kecurangan, mantan Kadispora kembali mengatakan kedua sistem sama-sama tidak bisa bermain curang. Asalkan panitia ataupun orang yang terlibat dalam proses pilkades tersebut dari awal jujur, tegas, dan bekerja sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada. “Tidak ada celah untuk curang, apalagi ini diawasi oleh masyarakat dan masing-masing calon kadesnya. Mana bisa berbuat curang,” ungkapnya.

“Kalau masih ada anggapan pilkades manual bisa curang, ini salah besar, toh bupati, gubernur, Dprd, dpd serta presiden yg terpilih sekarang adalah hasil dari manual, apakah mereka meragukan itu,” tegasnya. (07)

#Baca berita selanjutnya….terbit 8 oktober 2016#

Previous Dalam Waktu Satu Jam, 2 Pengedar Narkoba Diringkus
Next Jalankan Program South Sumatera Smart School