PPDB Berbasis Zonasi, Sekolah Negeri Sepi Peserta Didik


Foto: net
Ilustrasi

PAGARALAM POS, Pagaralam – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2019-2020 di sekolah Negeri jenjang SD, SMP dan SMA/SMK, menggunakan sistem zonasi. Dampaknya jumlah siswa baru di Sekolah Negeri berkurang. Sementara, jumlah siswa baru di sekolah swasta bertambah.




Sistem zonasi sendiri mengacu dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 tahun 2018. Dalam beleid ini, Sekolah Negeri wajib menerima siswa baru di zonanya sebesar 90 persen dari kuota.




Belakangan kuota ini direvisi menjadi 80 persen. Peraturan ini kemudian resmi berjalan mulai tahun 2019-2020 dan berlaku di seluruh Sekolah Negeri. SMP Negeri 3 Kota Pagaralam yang terletak di Kelurahan Bumi Agung, Kecamatan Dempo Utara juga telah menjalankan PPDB sistem zonasi.




Kepala SMPN 3 Pagaralam, Drs Agus Samsul Bahri MPd melalui Wakil Urusan Kurikulum, M Toha SPd, zona PPDB SMPN 3 mencakup tiga kelurahan. Yaitu, Kelurahan Bumi Agung, Agung Lawangan dan Pagar Wangi.




“Siswa yang berdomisili di Kelurahan Muara Siban tak bisa lagi mendaftar ke sini. Karena zonasinya sudah beda. Calon siswa yang berdomisili Kelurahan Muara Siban memiliki zona di SMPN 10 Dusun Talang Darat, Kelurahan Burung Dinang,” ujar Toha, saat ditemui Pagaralam Pos, kemarin (24/6).




Lebih lanjut Toha menjelaskan, dengan sistem zonasi yang kuotanya ditetapkan sebesar 80 persen, maka jumlah siswa yang bisa ditampung SMPN 3 -sesuai zona- maksimal 154 orang saja. Ini dengan catatan, enam kelas diisi masing-masing sebanyak 32 orang siswa.




Namun Wakil Kepala SMPN 3 Pagaralam Urusan Kesiswaan, Effi Agustiawan ShI mengakui, sulit bagi pihaknya untuk memenuhi kuota sebesar 80 persen tersebut. Penyebabanya dengan sistem zonasi, ‘sumber’ calon siswa untuk SMPN 3 baru sudah terbatas, tak seperti dulu. “Sampai hari ini (kemarin, red), jumlah siswa yang daftar ulang baru mencapai 140 orang,” ujarnya. Artinya masih ada sisa kuota zonasi yang belum terisi.




Effi pun memperkirakan, dengan sistem zonasi, jumlah siswa baru di SMPN 3 menjadi sedikit dibandingkan tahun lalu. Untuk tahun ajaran baru ini, jumlah siswa baru di SMPN 3 tak akan menembus di angka 200-an orang. “Kalau dibandingkan dengan tahun 2013-2014, malahan lebih jauh lagi. Di tahun itu siswa baru kita pernah menembus 800 orang,” tambah Toha. (11)

Previous Mobil Bendahara RSUD Digasak Bandit Pecah Kaca
Next Bupati Lepas 100 Peserta KTNA