Pinta Bupati Larang Truk Batubara Melintas


Foto : Heru/Pagaralam Pos
TRUK : Aktifitas lalulintas di Kecamatan Merapi Area masih dilintasi truk batubara, Kamis (4/6).

PAGARALAM POS, Lahat – Keinginan para pemilik angkutan batubara agar bisa melintas kembali di siang hari menggunakan jalan negara, langsung diprotes warga Kecamatan Merapi Area. Warga berharap Bupati Lahat, Cik Ujang SH, menolak permintaan tersebut karena akan menganggu lalulintas, juga kembali menimbulkan dampak lingkungan.
“Ya sudah dengar kabar tentang perusahaan merengek meminta izin, lewat jalan negara siang hari. Harapan kami Bupati Lahat, menolak permintaan tersebut. Percuma saja kemarin dilarang, kalau sekarang diizinkan lagi,” ujar Elpan warga Merapi, Kamis (4/6).

Kades Prabumenang, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, Satiun Solistian juga mengatakan hal sama. Menurutnya jika kembali diizinkan bakal kembali menganggu kenyamanan warga. Apalagi jumlah truk angkutan sangat banyak, belum lagi ditambah bakal kembali ada korban nyawa akibat kecelakaan lalu lintas. “Warga tidak setuju. Jikapun nanti diperbolehkan melintas, perusahaan harus sosialisasi langsung ke warga. Jadi Kades tidak jadi sasaran kemarahan warga,” tegasnya.

Disisi lain, Anggota DPRD Lahat, Dapil Merapi Area, Andi Sucitera meminta, perusahaan tidak hanya berpikir bisnis, namun juga harus melakukan kajian mendalam terhadap rencana tersebut. Belum lagi, jika perusahaan tersebut tidak ada perannya kepada warga. “Warga juga harus dipikirkan. Baik soal kemacetan, kerusakan jalan, debu, dan dampak lingkungan. Jangan perusahaan hanya mikir untung saja, warga kena imbasnya,” kata Andi.

Bupati Lahat, Cik Ujang SH sebelumnya membenarkan, adanya permohonan dari perusahaan tambang agar diberikan toleransi melintas siang hari. Kebijakan tersebut merupakan wewenang Dinas Perhubungan Provinsi. “Pemkab Lahat sendiri hanya mempasilitasi pihak perusahaan dan Dinas Provinsi Sumsel. Diizinkan atau tidak, itu kewenangan Gubernur Sumsel,” ucapnya. (her18)

Previous Kunker Kapolda Salurkan Bantuan ke SAD
Next New Normal, 233 Personel Gabungan Disiagakan