Pesta Sabu, Dua Pelajar Diringkus


PAGARALAM POS, Lahat – Bukannya tidur atau memanfaatkan waktu tengah malam dengan kegiatan bermanfaat, dua pelajar masing-masing ES (17), pelajar SMK PGRI 02 Lahat dan OL (16), pelajar SMA Sangsa Purba (SP) Lahat, malah berpesta sabu di salahsatu rumah kontrakan, yang beralamat di Jalan Sosial Kelurahan Bandaragung, Kecamatan Kota Lahat, Sabtu (15/10), sekira pukul 00.30 WIB. Pesta mereka pun akhirnya berakhir, setelah petugas Unit Resmob Polsek Kota menggerebek kamar kontrakan tersebut.

Kedua orang pelajar tersebut digerebek bersama seorang rekan mereka lainnya, yakni EB (21), yang juga warga Kelurahan Bandaragung. Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapati sejumlah barang bukti (BB) dari kantong celana EB berupa dua paket sedang Narkotika jenis Sabu, satu set alat hisap (bong, red), serta dua buah kaca pireks yang disimpan di dalam kotak rokok Sampoerna. Segera, keduanya pun langsung digelandang ke Mapolsek Kota untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

“Ya, berdasarkan limpahan berkas dari Polsek Kota, kronologi penangkapan sendiri bermula dari adanya informasi dari masyarakat yang melaporkan bahwa kontrakan tersebut sering dijadikan tempat pesta Sabu. Dari situ, petugas Resmob Polsek Kota kemudian melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, dan akhirnya penggrebekan dilakukan,” terang Kapolres Lahat, AKBP Rantau Isnur Eka SIK, melalui Kasatres Narkoba, AKP Desli Darsyah, Minggu (16/10).

Dijelaskan lebih lanjut, khusus untuk kedua pelajar tersebut, yakni ES (17) dan OL (16), yang sama-sama warga Perumnas Selawi Lahat, pihaknya telah memanggil orangtua bersangkutan untuk diberi arahan. Di samping itu Polres Lahat juga telah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pagaralam, terkait rencana rehabilitasi terhadap kedua remaja yang masih di bawah umur ini. “Karena ES dan OL ini masih di bawah umur, maka keduanya akan kita rehab di BNN Kota Pagaralam. Sementara yang satunya (EB, red) tetap dilakukan penahanan,” jelas Desli.

Sementara itu, sejauh ini menurut Desli, berdasarkan BB yang ditemukan belum ada indikasi ketiganya sebagai pengedar, melainkan sebatas pemakai. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka tersebut, ketiganya terancam dikenakan pasal 112 ayat Satu Undang-undang (UU) Narkotika. “Ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 Miliar,” tandasnya. (mg21/CE-V)

#baca berita selengkapnya…terbit 17 oktober 2016#

Previous Sadar Hukum, Warga Serahkan Senpi ke Polsek
Next Tidak Kompeten, PNS Siap Siap Pindah Atau Berhenti