Paslon Wajib Tahu, Dilarang Gunakan Uang, SARA dan Sembako !


Foto: Pidi/Pagaralam Pos
AGAR PAHAM: KPU Pagaralam menggelar rapat koordinasi dengan tim pemenangan Paslon kemarin.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam harus hati-hati. Jangan sampai salah bertindak, pencalonannya jadi berantakan. Setidaknya, ada tiga hal yang harus mereka jauhi, yakni politik uang, isu Suku Agama dan Ras (SARA) serta Sembako.




Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kota Pagaralam Mirian SE memastikan, penggunaan politik uang sudah jelas dilarang dalam Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Karena itu dia mengingatkan, semua Paslon untuk tidak menggunakan politik uang baik saat kampanye.




“Politik uang itu arahnya ke transaksional, ini tidak boleh. Kalau terbukti, bisa kena sanksi,” ujar Mirian, ditemui Pagaralam Pos usai rapat pleno terbuka penetapan Paslon Wako dan Wawako di Aula SDN 74 Pagaralam kawasan Gunung Gare, kemarin ( 12/2).




Selain politik uang, kata Mirian, memainkan isu SARA dalam Pilkada juga tidak diperkenankan. Isu ini dicontohkannya, seperti ajakan untuk memilih calon yang berdasarkan suku tertentu. Namun, berbeda dengan politik uang, diakui Mirian, sanksi penggunaan isu SARA di Pilkada memang belum diatur dengan jelas.




Yang ada saat ini disebutkan Mirian, sanksi penggunaan isu SARA ranahnya ada pada Pidana umum bukan Pemilu. “Mirip-mirip ujaran kebencian. Itu (pidananya) kan larinya ke umum,” ujar Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga ini.




Karenanya, lanjut Mirian, sementara ini Panwas baru bisa memberikan semacam imbauan agar Paslon tidak menggunakan politik SARA dalam setiap kegiatan kampanyenya. Ia memastikan, Panwas akan memantau penggunaan isu SARA ini dengan cermat. “Kami sedang menunggu peraturan Bawaslu RI yang khusus mengatur tentang isu SARA,” ucap Mirian.




Mengingat pentingnya dua hal tersebut, Mirian menambahkan, pada 14 Februari 2018 nanti, pihaknya akan mengumpulkan semua calon. Inti acara kata dia, adalah semacam deklarasi anti politik uang dan politisasi SARA di Pilkada Pagaralam. Mirian berharap, semua calon hadir dalam deklarasi tanpa terkecuali. “Deklarasi ini serentak Nasional. Bagaimana formatnya apakah ada surat pernyataan, kita lihat nanti,” ucap Mirian.




Selain isu SARA, polik uang, ada satu hal lagi yang perlu dingat para Paslon yakni Sembako. Selama berkampanye nanti, para Paslon dilarang keras memberikan paket sembako kepada warga. “Sembako termasuk bahan kampanye yang dilarang,” ujar Komisioner KPU Kota Pagaralam Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Irfan AMd, kemarin.




Musababnya lanjut Irfan, lantaran paket Sembako tersebut sudah bernilai di atas Rp 25 ribu. Adapun bahan kampanye yang boleh diberikan Paslon nilainya tidak boleh di atas Rp 25 ribu. “Fokusnya pada nilai atau harga. Kalau di atas Rp 25 ribu, apapun bentuknya tidak boleh. Tapi, kalau (nilainya) di bawah Rp 25 ribu itu boleh,” kata Irfan. (11)

Previous Kak Ludi Beri Bocoran Visi Misi, Poin 1 dan 2 Paling Mengena di Masyarakat
Next Pilih Baru atau yang Lama, Keputusan Akhir di Tangan Masyarakat