Pagaralam Belum Miliki UMK, Upah Masih Berpedoman UMR Sumsel


Foto: net
Ilustrasi

PAGARALAM POS, Pagaralam – Belum adanya batas minimum upah, bagi kalangan buruh di Kota Pagaralam hingga saat ini ternyata dilatari sejumlah faktor. Hal ini, untuk pedoman pemberian upah bagi tenaga kerja masih berpedoman dengan Upah Minimum Regional (UMR) Provinsi Sumsel.




“Pagaralam belum memiliki Upah Minimum Kota (UMK). Karena itu, hingga saat ini masih berpedoman dengan UMR Sumsel,” ujar Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP TK) Kota Pagaralam, Karudin, melalui Kabid Tenaga Kerja, Suriani dihubungi Pagaralmpos.con, Senin (31/12).




Ditanya besarnya UMR Sumsel, lanjut Suriani, sebesar RP2.804.453,-. Nominal ini untuk 2019 dan berdasarkan SK Gubernur. Sedangkan mengapa sejak Pagaralam kotib hingga saat ini belum memiliki UMK, dikatakan Suriani karena selain belum memiliki serikat buruh, juga dewan pengupahan. “Yang tak kalah penting keberadaan perusahaan perusahaan besar yang belum ada selain PTPN VII, perusahaan Perkebunan Teh,” katanya.




Ditambahkan, Kadisprindagkop UKM, Saidi Amrullah melalui Kabid Industri Nova Elmiati, untuk keberadaan perusahaan besar, dengan tenaga kerja yang banyak hanya ada satu, sementara masih didominasi industri kecil sebanyak 1.065 unit dengan jumlah 2.699 pekerja. “Sementara perusahaan besar hanya ada satu yakni Perkebunan Teh PTPN VII dengan jumlah 1.500 orang pekerja,” pungkasnya. (PP1)

Previous Selisih Paham, Pedagang Sayur Pasar Pulo Emass di Tusuk 6 Liang
Next Malam Pergantian Tahun, Kak Pian Serukan Masyarakat Senantiasa Bersyukur