Oooiii Kance !!! (Episode 3)


Foto: Ist/Pagaralam Pos

Masih ingat episode sebelumnya, bagaimana dari Buntung menjadi Untung……, nah didalam berbisnis, tentu saja ada pasang dan surutnya kadang untung atau merugi. Kebanyakan orang masih takut untuk mengambil resiko yang tinggi. Mungkin pemikiran kita yang lebih takut jika mengalami kerugian. Kita harus berani mengambil sebuah resiko, entah hasilnya akan menguntungkan ataupun merugikan.




Pak Ludi Oliansyah merupakan seseorang yang dapat melihat peluang bisnis dari sisi manapun, entah itu dari pasar, hasil perkebunan, pertanian dan semacamnya. Bukan cuman tanah saja yang dapat menjadi keuntungan. Namun, dari hal sederhana yang terkadang tidak kita pikirkan dapat pula dia jadikan keuntungan. Kebanyakan masyarakat saat ini hanya punya rencana tapi jarang ada yang berani untuk mencobanya. Karena perencanaan tanpa pelaksanaan, sama seperti kertas putih yang kosong.




Ketika dia pergi dari rumah, ada saja yang dia bawa saat pulang ke rumahnya. Bukan hanya sekedar oleh-oleh untuk adik-adiknya, namun Pak Ludi ini senang sekali menghabiskan uangnya untuk membeli barang-barang yang dapat dia jual kembali. Dia selalu pergi ke pusat kota Palembang yang dikenal dengan Pasar 16 Ilir, hmmm…..kira-kira barang apa ya yang dia beli? Tentu saja bukan hanya sekedar makanan ataupun oleh-oleh biasa. Dia malah membeli tas dan baju untuk pria maupun wanita serta beragam macam jenis kerupuk untuk dijualnya kembali. Tidak berhenti sampai disitu saja.




Dia juga sering jalan-jalan ke Desa Tanggulangin, Sidoarjo di Jawa Timur hanya untuk membeli tas dengan jumlah yang banyak. Adik-adiknya tentu saja menunggu kepulangan Pak Ludi berharap dibawakan oleh-oleh. Namun bukannya Pak Ludi pulang ke rumah, Justru dia hanya memberi kabar kepada adik-adiknya kalau dia akan pulang dalam beberapa hari lagi. Tidak disangka kalau yang duluan sampai ke rumah ialah tas yang dia beli dengan jumlah yang banyak, tentu saja untuk dijualnya kembali.




Sesampainya di rumah, langsung sibuklah dia memeriksa serta merapikan tas-tas yang dia beli. Tidak lupa Pak Ludi memberikan oleh-oleh untuk adik-adiknya. Jika adik-adiknya sudah senang, maka saatnya dia merencanakan langkah selanjutnya untuk menjual tas-tas yang sudah dia beli di Sidoarjo kemarin. Karena kreatifitasnya yang luar biasa, Dia mencoba mengolah kembali tas-tas tersebut semenarik mungkin. Mulai dari ditambahkannya pernak-pernik, serta dipolesnya semua tas itu semulus mungkin.




Dengan semangatnya dia menawarkan tas tersebut ke warga sekitar dan juga dia menjualnya di pasar dadakan yang ada di dekat desa Pagar Agung, Tanjung Payang, Perumnas Nendagung dan kota Pagar Alam. Dia tidak putus asa jika barangnya belum terjual, maka dia akan terus berusaha sampai semua barang dagangannya habis terjual. Mungkin bagi kita, jaman sekarang berjualan dengan untung yang kecil akan menjadi masalah untuk kita. Yang hanya terpikirkan hanya mengambil untung yang banyak. Namun pak Ludi ini malah bersikeras mengumpulkan semua keuntungannya entah itu sedikit ataupun banyak untuk kembali lagi dia belikan barang-barang lain dan dapat dia jual kembali.




Dia bukanlah seorang pedagang yang hanya berfokus pada satu macam barang saja. Tidak hanya sayur yang dia jual melainkan semua yang dapat dijadikan peluang bisnis walaupun dengan resiko yang cukup tinggi, tetaplah dia berjualan dengan pantang menyerah. Bagaimana kalau kita hanya menjual yang itu-itu saja tanpa melihat kondisi pasar setiap harinya? Nah, dari sinilah kita dapat pelajari kalau masyarakat juga tidak akan selalu membeli dagangan kita jika kita hanya menjual barang yang sama setiap hari.




Pak Ludi menjual barang yang berbeda hampir setiap harinya. Dia dapat melihat kondisi pasar di sekitarnya dan juga dapat menjadikan barang-barang yang kita tidak pikirkan akan menjadi keuntungan, bahkan bisa dia jadikan peluang bisnis yang menguntungkan. Dengan kemampuan berdagang Pak Ludi ini, apakah kita pernah terpikir bagaimana dengan prestasinya di sekolah? Bisa terbayang bukan, secerdik apa pak Ludi ini? Ataukah malah sebaliknya yah? (Adv)
=====Bersambung======

Previous Sindrom ‘LD’ Makin Menggurita dan Mengakar di Masyarakat
Next Soal Pasangan Balon Wakil, Semuanya Terserah Gunawan