Kopi Lahat Kalahkan Kopi Myanmar


Foto : Ist For Pagaralam Pos
CICIPI : Pakar kopi organik asal Belanda, Bernard Gildemarcher, saat mencici kopi organik asal lahat, Senin (12/11).

PAGARALAM POS, Lahat – Kenikmatan kopi organik Kabupaten Lahat, mendapat pujian dari pakar kopi organik asal Belanda, Bernard Gildemarcher. Rasanya bahkan lebih nikmat dari kopi organik asal Uganda dan Myanmar. Hal itu diucapkannya lantaran sudah pernah datang, dan mencicipi langsung kopi di dua Negara tersebut.




“Kopi organik Lahat, bisa menembus pasar internasional. Asalkan pengolahannya lebih baik lagi. Soal rasa, lebih nikmat dari kopi asal Uganda dan Myanmar,” ujar pakar kopi organik dari Program Uitzerding Manager (PUM) Senior Expert ini, Senin (12/11).




Bernard menyarankan, agar secara bertahap penyuluh memberikan edukasi kepada petani sampai akhirnya menjadi kebiasan, terkait menjaga kualitas rasa kopi. Mulai dari penanaman, perawatan, panen hingga penjemuran. Mengingat sebagian besar petani di Kabupaten Lahat, masih menerapkan cara tradisional yang diwariskan secara turun temurun, dalam menggarap kopi.”Sayang kalau tidak diolah dengan baik. Saya sudah mengetahui kualitas kopi yang dihasilkan petani Kabupaten Lahat,” ucapnya disela mencicipi langsung kopi organik di Desa Sumber Karya, Kecamatan Gumay Ulu, Lahat.




Sementara, Suharsono, Pendamping Desa Organik sekaligus Penyuluh THL, Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Kementrian Pertanian mengatakan, kopi organik yang dilakukan masyarakat, berawal dari pemanfaatan sumber daya yang ada sejak tahun 2002. Seperti kotoran ternak dan himpitan ekonomi masyarakat, yang tak mampu membeli pupuk anorganik maupun pestisida. “Saat ini, ada 21 petani dengan luas lahan 16,75 ha. Untuk pembinaan petik merah, cara pengeringan dan lainnya sudah diketahui petani. Hanya saja harus ada pasar yang jelas,” kata Suharsono. (mg02)

Previous Canangkan Pegawai Pelopor Kebersihan
Next BPBD Belum Miliki Sarana Pusdalops