Keturunan ke-7 Simpan Kitab Kaghas


Foto: gusti/Pagaralam Pos PENINGGALAN : Kitab kaghas yang masih disimpan Sulinah di rumahnya

PAGARALAM POS, Pagaralam – Keberadaan kitab Kaghas di Pagaralam cukup sulit ditemui, bahkan hanya orang-orang tertentu saja yang menyimpannya. Kabarnya juga, kitab yang disebut dari zaman baghi atau puyang (zaman dahulu, red) perlahan mulai menghilang, bahkan sudah dibawa keluar dari Kota Pagaralam.




Hal ini, diceritakan Sulinah, warga Pengaringan, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Tengah, kitab kaghas masih dia simpan dengan baik di kediamannya. “Hingga saat ini belum mengetahui persis detail isi tulisan kitab kaghas menggunakan Huruf Uluan ini. Namun kabar turun-menurun, bahwa kitab ini menceritakan sejarah Islam, salahsatunya para nabi,” ujar wanita berusia 78 tahun yang merupakan turunan ke-7 menyimpan kitab Kaghas ini.




Keunikan kitab ini katanya, tulisan bertinta ada yang berwarna hitam dan merah. Kalau yang merah, tintanya dari darah belantan utan (burung dara berbulu putih yang hidup di hutan). Kitab ini juga dibungkus dengan kotak kayu.




Sementara, anggota Lembaga Adat Besemah, Satarudin Tjik Olah menyatakan, keberadaan kitab kaghas tersebar di dusun-dusun. Hampir setiap dusun di Besemah ada (kitab kaghas). Bahkan kitab ini juga ditemui di luar negeri, di Belanda dan Jepang, karena sempat dikomersilkan, alias dijualbelikan. (11/06/CE-V)

Previous Jembatan Jalan Lingkar Tunggu Kucuran Dana
Next Desak Pengrusak Tanaman Cantigi Ditindak