Dorong Terbentuknya Perda Konservasi Perikanan


Foto: Ist/Pagaralam Pos
BENIH IKAN: Petugas BBI Kota Pagaralam terus meningkatkan budidaya benih ikan, sebagai bagian dari peningkatan ketahanan pangan masyarakat.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Kepala UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Kota Pagaralam Okto Novianto SSi menyatakan, bahwa hingga kini petugas BBI, terus berupaya melakukan pembibitan benih ikan, sebagai bagian dari mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

“Sejauh ini untuk di BBI sendiri, ada sekitar 70 ribuan bibit ikan, terdiri dari ikan lele, nila, mas dan ikan koi, sedangkan yang kita fokuskan di giat penebaran benih ikan, lebih ke jenis ikan nila dan mas,” ungkap Okto.

Pertimbangan penebaran bibit ikan nila dan mas sendiri, kata Okto, lebih kepada upaya peningkatan ketahanan pangan masyarakat, supaya masyarakat bisa lebih menjaga dan memperbaiki lagi kondisi embung atau tebat-tebat dusun, yang kedepan bisa lebih dirawat dan dibagusi lagi. “Inilah yang bisa menjadi sumber pangan masyarakat, bisa juga menjadi retensi air, termasuk juga sumber air bersih,” katanya.

Menurut Okto, keberadaan tata ruang konservasi perikanan di Pagaralam masih belum ada, sehingga pihak BBI sendiri masih menunggu adanya Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang konservasi ini.

“Jadi inilah yang akan terus kita dorong, untuk dapat terbentuknya Perda Tata Ruang Konservasi Perikanan, sehingga di perairan Sungai akan ada namanya Lubuk Larangan, bila ada Perda Konservasi Perikanan ini, dampak positifnya selain sebagai alat ukur laboratorium alam, tak kalah penting dapat menjadi sebagai sumber pendapatan masyarakat, akan tetapi kita harus menjadi terlebih dahulu, agar penangkapan ikan tidak dilakukan secara berlebihan,” serunya.

Sisi positif lainnya bagi perikanan Sungai sendiri, sambung Okto, dengan adanya Perda Konservasi ini, keberadaan ikan diberikan ruang dan tempat untuk berkembang biak, sehingga ada suatu tempat bagi ikan seperti ikan Semah maupun ikan Baung, bertelur jangan sampai rusak.

“Habitat maupun ekosistem ikan ini pun bisa terjaga, memang ini harus disiapakan buat anak cucu kedepan, bila tidak maka ikan-ikan ini akan habis, sedangkan untuk ikan jenis Semah dan Baung sendiri, memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, yang suatu saat kedepan bisa dibudidayakan,” tandasnya. (Cg09)

Previous Dari Pagaralam Harumkan Sumsel
Next Edukasi WBP dengan Prokes Covid-19