Disinyalir Banyak Poktan tak Aktif


PAGARALAM POS, Pagaralam – Kian bertambahnya kelompok tani (Poktan) tersebar di lima kecamatan se-Kota Pagaralam, Badan Ketahanan Pangan Penyuluh Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kota Pagaralam akan kembali melakukan pendataan sekaligus evaluasi.

Ditegaskan Kepala BKP5K Kota Pagaralam Ir. Prima Dina Surya Rozak, didampingi Kabid Penyuluhan Pertanian Ir. Ade Dwi Dharmayanti, melalui Kasubid Kelembagaan dan Penyuluhan Fikri Dhasa Putra SP MM, di tahun ini pihaknya akan melakukan pendataan kembali kelompok tani yang ada.

“Sejauh ini poktan kian bertambah. Terdata di 2013 lalu, total poktan di Kota Pagaralam sekitar 871 kelompok dan 55 poktan. Dengan rincian tersebar di lima kecamatan, yakni 144 poktan di Pagaralam Utara, 150 poktan di Pagaralam Selatan, 152 poktan di Dempo Tengah, 205 poktan di Dempo Selatan, dan 220 poktan di Dempo Utara,” bebernya.

Lebih jauh disebutkannya, di 2006 lalu terbentuk sekitar 278 poktan. Keberadaan poktan yang ada disinyalir banyak yang tidak aktif lagi. Ataupun anggota kelompok terdaftar lebih dari satu kelompok. “Dalam waktu dekat kita akan melakukan pendataan secara selektif lagi di lapangan,” tegasnya.

Dengan adanya pendataan yang dilakukan, paling tidak bisa mengetahui poktan mana saja yang tak aktif lagi, sehingga memudahkan untuk dilakukan pembinaan kepada petani. “Kita berharap, pembentukan poktan yang baru tidak semata-mata ketika hanya akan mendapat bantuan saja, dalam artian berlomba-lomba membentuk poktan yang baru,” bebernya.

Kepada pihak terkait, pihaknya juga mengimbau jika ada program bantuan untuk lebih selektif lagi memberikan bantuan kepada poktan. “Yang jelas tidak mesti harus membentuk kelompok yang baru, namun alangkah baiknya ditujukan kepada poktan yang sudah ada. Ini bertujuan untuk melakukan pembinaan kepada petani,” katanya seraya menambahkan poktan yang ada diklasifikasikan sebagai poktan pemula, poktan lanjut, poktan madya, dan poktan utama.

Disinggung mengenai pembentukan Poktan sendiri, paling tidak didampingi penyuluh pertanian lapangan (PPL), kepala BPP di kecamatan, lurah setempat, kemudian dilaporkan ke BKP5K Kota Pagaralam. “Yang jelas keuntungan petani yang tergabung dalam poktan untuk lebih meningkatkan pembinaan kepada petani, terutama dalam penyaluran bantuan agar benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (06/CE-V)

Previous Bocah 3 Tahun Disunat Gaib
Next 149 Pelamar Lulus CPNS Belum Lengkapi Berkas