Demi ‘Kebenaran’ yang Diyakininya, Apan Tega Membunuh


Foto: Pidi/Pagaralam Pos REKA ULANG: Tersangka Apan (50) memperagakan aksinya saat membunuh Isma dalam rekonstruksi kejadian di sekitar Mapolsek Dempo Utara.
Foto: Pidi/Pagaralam Pos REKA ULANG: Tersangka Apan (50) memperagakan aksinya saat membunuh Isma dalam rekonstruksi kejadian di sekitar Mapolsek Dempo Utara.

PAGARALAM POS, Dempo Utara – Rekonstruksi (reka ulang, red) kejadian terbunuhnya Isma (55), warga dusun Simpang Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara, kemarin (15/9) digelar. Rekons sebanyak 20 adegan tersebut korban dengan sadis dianiaya pelaku Supandi alias Apan, warga Talang Semende, Kelurahan Rimba Candi, Kecamatan Dempo Tengah. Pantauan Pagaralam Pos, rekons dilakukan berpindah-pindah, pelaku diperankan langsung oleh tersangka Apan. Reka adegan tersebut tak luput dari perhatian warga menyaksikan dari awal hingga akhir. Hadir pula tim kuasa hukum Apan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sumsel Cabang Pagaralam, yakni Beatrice SH, Sahlan SH, Firmansyah SH, Isriwati SH dan Masita SH.

Nah, dari 20 adegan terdapat satu adegan yang mencengangkan. Persisnya, saat rekonstruksi memasuki adegan yang ke-15. Dalam adegan tersebut terungkap, sebelum melukai korban di bagian leher, Apan meneriakkan sesuatu yang sangat janggal. “Demi kebenaran dan kesucian,” teriak Apan saat diminta menerangkan caranya melukai korban Isma. Kontan adegan ini membuat semua orang terbelalak.

Kapolres Pagaralam, AKBP Hendra Gunawan SIk MSi, melalui Kapolsek Dempo Utara, Iptu Jalaludin, didampingi Kanit Reskrim, Bripka Doddy Oktoriady AMd, apa yang diperagakan tersangka itu memang sesuai dengan berita acara pemeriksaan. “Ya, saat kami periksa, pengakuan tersangka memang begitu. Setelah berteriak janggal seperti itu, tersangka lalu melukai leher korban,” jawab Doddy ditemui usai rekonstruksi.

Sementara, Jaksa Penutut Umum dari Kejari Pagaralam, Ahmad Sudarmadji SH tak menampik, bahwa ada yang salah dengan pemahaman dalam diri tersangka Apan. Namun dia tidak mau hal itu dikaitkan dengan kondisi kejiwaan tersangka. “Sejauh ini kita lihat tersangka itu waras kok. Saat ditanya dia bisa menjawab,” ucap Adji sapaan akrabnya.

Beatrice SH, selaku tim kuasa hukum tersangka Apan menyatakan, secara umum, rekonstruksi sudah sesuai dengan berita acara pemeriksaan dan pra rekonstruksi. Namun, Beatrice mengaku masih belum klop dengan salahsatu adegan. “Di berita acara pemeriksaan disebutkan bahwa tersangka melukai di bagian perut bagian kiri. Namun, saat rekonstruksi perut sebelah kanan yang dilukai,” terang dia.

Bagaimana kronologis kejadian tragis tersebut, berawal Rabu 26 Agustus lalu, Apan datang ke pondok korban di kawasan Talang Jalang diketahui memiliki kemampuan dalam pengobatan tradisional. Selang beberapa bertemu dengan suami korban, Pardi yang sedang memetik kopi. Tanpa ba bi bu, Apan langsung melayangkan tinjunya ke arah Pardi yang kemudian menghingar. Namun nahas bagi istrinya, korban Isma mendapat serangan tusukan sajam mengenai perut dan leher yang akhirnya tewas di TKP. (11/CE-V)

Previous Tambah Posko Pemantauan Titik Api
Next Demi ‘Kebenaran’ yang Diyakininya, Apan Tega Membunuh