Caleg Demokrat Terancam Dicopot


EMPAT LAWANG – Dugaan money politic yang dilakukan oleh oknum Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrat Mo, berbuntut. Caleg yang dimaksud terancam dicopot dari partai, baik sebagai Anggota DPRD ataupun sebagai anggota partai. Pasalnya oknum Caleg sudah melanggar aturan-aturan yang ada, dengan menghalalkan sebagai cara untuk menarik simpatisan masyarakat memilihnya.

“Salah seorang timsesnya ditangkap oleh warga karena sudah melakukan money politic di masa tenang dan itu sangat melanggar,” Ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Empat Lawang, Herman Rusul Yunus, kemarin.

Dia menuturkan, Mo juga sudah mengakui bahwa yang ditangkap warga itu adalah salahsatu Timsesnya dan ini akan kita tindaklanjuti dengan membuat surat tembusan kepada Panwaslu, Polres Empat Lawang dan DPD Partai Demokrat di tingkat Provinsi. “Kita sudah buat surat tembusan tersebut, dengan harapan Mo dapat diproses karena menurutnya indikasi pelanggaran Undang-Undang pemilu no.8 tahun 2012 pasal 301 ayat 1 menyebutkan setiap pelaksana peserta setiap kompanye pada masa tenang dengan memberikan uang atau materi lainnya, ” kata Herman.

Dia menerangkan, jadi kami selaku dari partai Demokrat ingin menyingkirkan kader-kader yang sudah melanggar aturan, bahkan masyarakat juga siap menjadi saksi untuk membuktikan kecurangan yang dilakukan oleh Mo. “Untuk saat ini ada tiga saksi, namun kecurangan tersebut banyak dilakukan oleh Mo salahsatunya di desa Terusan Baru Kecamatan Tebing Tinggi, ” terang Herman.

Dia menambahkan pemecatan terhadap Mo bukan hanya kehendak dari partai saja, akan tetapi desakan-desakan dari masyarakat yang menginginkan Mo dipecat. Dengan adanya money politic ini banyak Caleg yang merasa dirugikan, terutama sesama anggota Parpol. “Ya, pasti ada dampak dengan Caleg yang lain, karena menurutnya dengan adanya money politic tersebut masyarakat banyak beralih untuk memilih, seharusnya hal itu tidak dilakukan, karena perbuatan yang memalukan dan harus dilakukan secara murni dalam artian tidak perlu melakukan kecurangan dalam mengambil simpati masyarakat,” tuturnya.

Lanjutnya, agar kasus ini ditindaklanjuti oleh Panwaslu Kabupaten, kalau tidak nanti akan kita ajukan ke Panwaslu Propinsi dan Bapelu pusat. “Karena ini sudah jelas-jelas melanggar aturan dengan melakukan mony politik dimasa tenang, ” ungkap Herman.

Lebih lanjut Herman menegaskan, kalau nantinya terbukti, akan kita pecat. Karena kita tidak mau melindungi anggota Parpol yang melakukan kecurangan. “Ya, kita menginginkan Pemilu yang damai dan dilakukan secara jujur dan bukan menghalalkan segala cara untuk menarik simpatisan dari masyarakat, agar memilih kita,” pungkas Herman. (07/CE-V)

 

Previous Sediakan Jajanan Sehat
Next Formulir D Pleno Nihil