Burhansya Konsentrasi Gugatan ke KASN


PAGARALAM POS, Empat Lawang – Terkait pembukaan ruangan Mantan Sekda Empat Lawang, H Burhansyah menuturkan pihaknya belum mengetahui hal itu. Pasalnya, tidak ada sama sekali konfirmasi ataupun pemberitahuan dari Plt Bupati Empat Lawang. “Silakan saja buka ruangan, tidak ada masalah. Yang pastinya saat ini saya konsentrasi menggugat ke KASN dan ke PTUN,” ujarnya.

Burhansya pun menjelaskan, hingga saat ini tidak ada sama sekali komunikasi dari Plt Bupati. Baik menjelaskan persoalan diterbitkannya SK dari Gubernur Sumsel maupun persoalan meminta kunci ruangan kerja, bahkan membuka ruangan kerja. “Semestinya dipanggil dulu atau telpon, bahkan juga bisa SMS untuk memberikan penjelasan. Namun anehnya kok sampai sekarang tidak ada yang menghubungi,” ulasnya.

Diketahui sebelumnya, bahwa selama seminggu Plt Sekda, Edison Jaya ngantor di ruang tunggu, pasalnya kunci ruangan masih dipegang mantan Sekda, Drs burhansya. Dan Selasa (5/1) ruangan dibuka. Pembukaan ruang sekretaris daerah Kabupaten Empat Lawang melibatkan Forum Koordinasi Perangkat Daerah (FKPD).

Pembukaan ruang ini dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WIB, dipimpin langsung Plt Bupati, H Syahril. Dihadiri perwakilan kepolisian, Kejari, Danramil, inspektur dan Kepala BKD. “Pembukaan ruangan ini atas kesepakatan bersama, yang sebelumnya dirundingkan dengan FKPD,” kata Plt bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah, kemarin.

Selanjutnya Syahril menyatakan, bahwa pembukaan ruang Sekda agar Sekda dapat ngantor dan menjalankan tugas sebagaimana mestinya, sehingga roda pemerintahan di bumi saling keruani sangi kerawati tetap berjalan. “Ini demi jalannya roda pemerintahan. Selama ini belum boleh digunakan, setelah di hubungi Sekda lama, tetap tidak memperbolehkan. Namun sekarang kita buka, tetapi meja kerja lama tetap utuh dan tidak diganggu, hanya memasukkan meja kerja baru,” imbuhnya.

Apakah pembukaan dilakukan dengan paksa, Syahril lagi-lagi membantah. Menurutnya, pembukaan ruangan sudah dilakukan dengan benar dan dengan kunci ruangan yang dipegang staf Sekda itu sendiri, sehingga bisa dilihat tidak ada bagian kunci dan pintu yang di rusak. “Bisa kita lihat sendiri, ini bukan dipaksa loh. Tidak ada yang dirusak,” jelasnya mewanti-wanti agar wartawan tidak menulis pembukaan dipaksa. (07/CE-V)

Previous Jembatan Rusak, 1 Desa Terisolasi
Next Agusni Menyesalkan Pembuangan Bayi