Astaghfirullah… Diduga Motif Dendam, Beni Putus Tangan


Foto: Adi/Pagaralam Pos
TERKULAI: Korban Ben mengalami putus tangan, terkena sabetan benda tajam.

PAGARALAM POS, Empat Lawang – Diduga karena motif permasalahan atau dendam membuat ayah dan anak, yakni Hasbi (65) dan Beni (23) warga Desa Muara Karang Kecamatan Pendopo, harus mengalami luka ringan dan luka berat.




Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Hasbi seorang ayah mengalami luka ringan, sedangkan Beni anaknya diduga mengalami luka berat, yang mengakibatkan pergelangan tangannya terkena benda tajam, sehingga mengakibatkan lengannya putus dua bagian.




Ayah dan anak berkelahi dengan empat orang pelaku, yang sampai saat ini dalam pengejaran Polsek Pendopo, hanya saja kondisi di Desa Muara Karang saat ini tetap aman dan kondusif. Empat orang peaku tersebut berinisial A, H, Z dan L




Korban usai dari kejadian keributan tersebut dilarikan ke RSUD Palembang. Namun, untuk pelaku kabur. Terjadinya penganiayaan sesama keluarga, sesama warga Muara Karang tidak lain dilatarbelakangi karena motif dendam.




Beberapa tahun yang lalu sudah pernah terjadi penganiayaan, terhadap korban Beni dengan cara ditembak pakai senapan angin, yang mengenai pada tangan kirinya, namun hal tersebut sudah didamaikan.




Kemudian pada Rabu (27/12) sekitar pukul 17.00 WIB pelaku Z lewat didepan rumah korban, tiba -tiba pelaku ditembak oleh korban dengan menggunakan senapan angin (terkena sedikit di bahu kiri) dan korban juga mengejar pelaku Z untuk ditembak lagi, lantas pelaku berlari dan pulang kerumah dengan mengajak pelaku lainnya.




Selanjutnya, pelaku bersama kawan-kawannya menyerang balik dan menganiaya korban. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Muara Pinang. kemudian di rujuk ke Palembang.




Danramil 450-05 Pendopo Kapten Inf Mulyadi membenarkan terjadinya penganiayaan sesama keluarga yang dikarenakan dugaan kuat dendam, namun situasi di desa tetap kondusif aman terkendali. “Pelaku masih dalam pengejaran Polsek Pendopo dan situasi aman terkendali,” katanya. (07)

Previous Masyarakat Pagaralam Kaget, Ada Bidadari Turun dari Langit
Next Angkat Budaya Besemah, Festival Pelang Kenidai Sajikan Kearifan Lokal