Anak-Anak Punya Kartu Identitas


PAGARALAM POS, Pagaralam – Pemerintah Kota Pagaralam masih menunggu petunjuk teknis pemerintah pusat mengenai penerapan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Pagaralam, yang nantinya kewenangannya akan dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pagaralam. Hal ini disampaikan Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati MKes di sela menghadiri undangan pernikahan, kemarin.

Menurut Wako, ketentuan kewajiban memiliki KIA dituangkan dalam peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) nomor: 2 tahun 2016 tentang KIA, KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah.

“Berdasarkan Permendagri tentang KIA, ditargetkan tahun ini semua anak memiliki KIA. Akan tetapi, penerapan di Kota Pagaralam masih menunggu dan terkendala regulasi petunjuk teknis atau payung hukum dari Pemerintah Pusat yang belum kita terima,” katanya seraya menambahkan, KIA juga bisa digunakan anak-anak untuk data membuka tabungan di Bank dan manfaat lainnya .

Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kota Pagaralam, M Rasyidi Asin, melalui Sekretaris, Zulkifli mengaku sudah mendengar informasi tentang kartu identitas anak (KIA). Kendati demikian Zulkifli belum bisa menerangkan lebih detail tentang KIA ini. Dirinya beralasan pihaknya masih menunggu bimbingan teknis (Bimtek).

“Iya. Kami sudah dengar dan mengetahui tentang itu (KIA). Tapi untuk bentuk dan cara pembuatanya kami masih harus mengikuti Bimtek dulu,” kata Zulkifli ditemui Pagaralam Pos di sela-sela Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kecamatan Dempo Selatan, belum lama ini.

Dijelaskan, saat ini pembuatan KIA baru berjalan di 7 provinsi di Indonesia. Sumatera Selatan belum termasuk, karena belum mengikuti Bimtek. Karena itu kota Pagaralam belum melaksanakannya. “Kalau sudah Bimtek, maka kita pun akan siap melaksanakan pembuatan KIA dan sosialisinya ke masyarakat,” sambungnya.

Kendati begitu imbuh Zulkifli, jika dilihat dari namanya maka KIA diperuntukkan bagi anak yang baru lahir hingga umur 17 tahun. Dengan kata lain, menurut dia, KIA dipersiapkan agar anak sudah memiliki identitas resmi sejak lahir. Juga sebagai persiapan sebelum nantinya memiliki KTP elektronik (KTP-el). “Nantinya, ketika anak itu sudah dewasa dan mau bikin KTP-el, kami dengan mudah mengeluarkannya. Sebab dasarnya kami sudah miliki, yakni KIA tadi. Kira-kira begitu,” urainya.

Soal manfaat KIA ini sendiri, menurut Zulkifili sangat banyak. Dalam membuat tabungan anak misalnya. Dicontohkannya, orangtua bisa menggunakan KIA untuk membuka tabungan untuk anaknya. “Dengan KIA orangtua tak perlu menggunakan KTP-nya untuk membuat tabungan anaknya,” tuturnya.

Untuk diketahui, informasi tentang KIA sudah diketahui secara luas, termasuk di kota Pagaralam. Warga mengetahuinya dari banyak media online dan jejaring sosial.

Masih soal identitas, yakni KTP-el. Diungkapkan Zulkifli, saat ini masih banyak yang belum paham, tentang masa berlaku KTP-el. Padahal sebut dia, itu sudah ditegaskan Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumulo dalam surat resminya kepada para kepala daerah. Isi surat Mendagri itu menegaskan bahwa KTP-el berlaku seumur hidup. “Di surat itu bunyinya tegas. KTP-el berlaku seumur hidup, termasuk yang dibuat pada 2011,” ucapnya.

Karena itu lanjutnya warga tak perlu bingung dan cemas jika KTP-elnya disebut sudah habis masa berlakunya. “Selagi elemen data (status, domisili, dll) tak berubah, warga tak perlu membuat KTP-el lagi. Nah, kalau elemen datanya ada berubah, harus mengurus lagi,” terang dia.

Misal dicontohkannya, dari status bujangan menjadi kawin, maka warga itu harus mengusulkan untuk mendapatkan KTP-el lagi. Demikian pula kalau warga itu pindah domisili. “Informasi mengenai masa berlaku KTP-el ini juga harus diketahui bank-bank,” pungkasnya. (08/11/CE-V)

Previous Usulkan Pembangunan Jadi Skala Prioritas
Next Peduli Kebersihan Masih Kurang