Alpian Maskoni, Anak Sopir yang Jadi Walikota Pagaralam


Garis tangan seseorang siapa yang tahu. Sebagaimana Alpian SH, ditakdirkan untuk memimpin Pagaralam sebagai walikota. Merunut jauh ke masa lalu, ia adalah anak sopir yang tak jelas tanggal lahirnya.

————————————
Pidi Rahmansyah, Pagaralam
————————————

“Due minggu dengah lahir, bak kaba balek sandi Kikim,” ucap ibu itu kepada anaknya. Bila diartikan kurang lebih jadi begini : “Dua minggu setelah kau lahir, bapakmu baru pulang dari Kikim,”




Dialog antara ibu dan anak itu terjadi pada sekitar tahun 1982, di Dusun Tegur Wangi. Ibu itu bernama Saleha dan anak itu bernama Alpian. Adapun ayah anak itu bernama Maskoni (alm); seorang sopir angkutan jurusan Pagaralam- Kikim. Saat itu moda transportasi yang digunakan adalah jip willis. Jalan belum sebagus seperti sekarang.




36 tahun kemudian, bocah 12 tahun yang menanyakan tanggal lahir itu sudah berbeda. Alpian Maskoni nama bocah itu kini sudah menjadi seorang pemimpin. Hasil real count berbagai lembaga menyebutkan, Alpian-Fadli (Alfad) memperoleh suara terbanyak di Pilkada Pagaralam 2018.




Rabu malam (27/6) 2018, di hadapan para pendukungnya yang memenuhi Posko Alfad, Alpian kembali terkenang dengan masa lalunya itu. Suaranya terasa bergetar. “Aku cuman seorang anak sopir,” ucapnya yang saat itu mengenakan jaket hitam. Di sampingnya berdiri M Fadli SE.

Bermula dari Akta Lahir

Pada mulanya adalah akta lahir. Alpian mengenang, ia menanyakan perihal tanggal lahir itu saat duduk di kelas VI di SD Negeri 24, Dusun Jambat Akar. “Saat itu, untuk bisa mendapatkan ijazah, siswa mesti menunjukkan akta lahir,” cerita Alpian, dihubungi Pagaralam Pos tadi malam.




Pulang ke rumah, Alpian menanyakan akta lahirnya kepada ibunya, Saleha. Sang ibu kaget mendengar pertanyaan anaknya. Musababnya, jangankan akta lahir, Saleha tak ingat lagi kapan persisnya Alpian lahir. “Ibu saya tidak ingat lagi,” tuturnya. Seingat Saleha, sepekan setelah anaknya itu lahir, suaminya pulang dari naksi dari Kikim.




Alpian tak punya pilihan lain selain mereka-reka. Ia melihat selisih umurnya dengan kakaknya hanya setahun. Maka, ia putuskan untuk menuliskan tahun lahirnya pada 1970. Adapun untuk tanggal ia pilih 25 Agustus. “Supaya tidak terlalu dekat dengan HUT RI,” ucapnya.




Sejak saat itulah, di ijazah SD hingga perguruan tinggi tertera, Alpian lahir di Tegur Wangi 25 Agustus 1970. Tak ada yang memprotes maupun menyangsikannya. Alpian sendiri merupakan anak ketiga dari 8 bersaudara.




Alpian punya alasan tersendiri mengungkit masa lalunya itu. “Saya cuman ingin bilang bahwa, saya ini jeme dusun,” ucapnya. Menurut dia, dengan menyatakan dirinya jeme dusun, diharapkan dapat membangkitkan semangat. “Bahwa jeme dusun itu bisa,” ucapnya.




Suami Rachma Hareni Noor itu memang telah membuktikannya. Bersama Fadli, Alpian bakal jadi ‘sopir’ bagi Kota Pagaralam selama lima tahun ke depan. Alpian sebagai driver, sedangkan Fadli sebagai co drivernya. (**)

Previous JCH Pagaralam Berangkat ke Tanah Suci 25 Juli
Next Jangan Terlena, Ini Ganjaran Bagi Personel Polri Berdedikasi