Akses Putus Akibat Banjir Rendam Baturaja


Foto: adi/Pagaralam Pos
Foto: adi/Pagaralam Pos

PAGaRALAM POS, Empat Lawang – Banjir kembali memutuskan akses jalan di Desa Baturaja Lama dan Desa Baturaja Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Senin (18/1). Akibat kejadian ini, akses Desa Sugi Waras putus, akibanya aktivitas warga lumpuh total, semisal untuk ke kebun.

Menurut informasi, banjir terjadi dinihari sekitar pukul 01:00 WIB. Banjir juga sempat merendam pemukiman penduduk setinggi lutut orang dewasa di kedua desa, setidaknya puluhan rumah sempat terendam, meski demikian tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut.

Pantauan di lokasi Desa Baturaja Baru, banjir berangsur surut paginya sekitar pukul 09.00 WIB. Meskipun demikian banjir tetap menyebabkan akses menuju Desa Sugiwaras terganggu dan baru dapat dilalui hingga pukul 10.00 WIB. “Banjir terjadi sekitar jam 1 semalam. Sebelumnya ada hujan cukup deras dari jam 11 malam,” ungkap Hendri Polis salahsatu warga Desa Baturaja Lama, kepada wartawan.

Disampaikannya, akibat banjir yang ketigakalinya tahun 2016 ini, warga yang hendak menuju ke arah Desa Sugiwaras maupun sebaliknya harus menunda hingga banjir surut. “Anak-anak sekolah termasuk guru-gurunya saja banyak yang tidak dapat pergi ke sekolah. Yang paling terdampak warga Desa Baturaja Baru, karena perkebunannya banyak di arah Desa Sugiwaras,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Baturaja Baru Kecamatan Tebing Tinggi, Hendra YP menyebutkan, jika banjir kali ini yang paling terdampak adalah petani sawah, sebab padi yang baru tertanam satu bulan semuanya terendam banjir yang diketahui dari luapan air Sungai Musi. “Yang pastinya padi yang baru tanam satu bulan lalu, mungkin harus ditanam ulang, karena mengalami kerusakan dan terancam panen gagal,” jelas Hendra YP.

Dia mengimbau agar masyarakat desa agar mewaspadai di bulan Februari, sebab pada bulan itu dia menyakini ada banjir susulan yang bisa dikatakan lebih besar lagi. “Kalau banjir kali ini, itu yang ketigakali dan banjirnya mulai jam satu malam, baru berakhir jam sembilan. Kerusakan sawah sekitar kurang lebih 60 hektar,” terangnya.

Camat Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Suriyadi Husen saat dikonfirmasi di ruang tugasnya, menyebut jika pihaknya terus memantau banjir di kedua desa tersebut melalui Kades dan perangkat Desa. “Saya mengimbau masyarakat agar berhati-hati, karena banjir setiap tahun selalu melanda. Kita selalu memantau melalui Lurah, Kades dan jajaran pemerintah desa agar selalu memantau banjir dan menyampaikan kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada,” katanya. (07/CE-V)

Previous PPP Beri Apresiasi Kepada Aswari
Next Seminggu Terima Kiriman 25 kg Ganja Aceh