Warga Tiga Desa Keracunan


Foto: Ist/Pagaralam Pos Keracunan: Salah seorang warga yang keracunan diduga karena mengonsumsi Mie Kuning.
Foto: Ist/Pagaralam Pos
Keracunan: Salah seorang warga yang keracunan diduga karena mengonsumsi Mie Kuning.

PAGARALAM POS, Lahat – Suasana berbuka hari pertama di Bulan Ramadan 1437 H, atau Senin (6/6), di Desa Pelajaran, Nanti Giri dan Pama Salak, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat berujung petaka. Puluhan warga tiga Desa tersebut mengalami mual dan muntah-muntah, yang diduga akibat keracunan.

Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, puluhan warga tiga Desa yang berbatasan ini membeli mie kuning yang merupakan produksi rumah tersebut, Senin siang (6/6) di warung Desa dan Pasar Jarai. Mie tersebut kemudian diolah menjadi makanan berupa rujak mie, mie rebus dan lain sebagainya.

Tidak beberapa lama setelah menyantap menu makan dengan bahan dasar mie, warga pun mulai merasakan kepala pusing dan mual-mual. Bahkan beberapa warga mulai muntah. Merasa ada yang tidak beres, warga yang mual dan muntah-muntah mendatangi Poskesdes masing-masing. “Palak pusing, perut mual-mual, pas udim makan mie,” kata Sintia (15), salahsatu korban di Desa Pelajaran.

Akibat keracunan massal ini juga, Yamim (60), warga Desa Nanti Giri, terpaksa dilarikan ke RSUD Besemah, Kota Pagaralam. Kondisi kesehatan Yamin cukup memprihatinkan, sehingga petugas medis Puskesmas Jarai terpaksa merujuk lelaki itu. Sedangkan pasien lain yang mengalami nasib serupa telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. “Dari keterangan korban, meski kami masih harus menunggu uji laboratorium dari sisa makan para korban, diduga keracunan mie kuning,” kata Kepala Dinkes Lahat, dr Rasyidi Amri, melalui Kasi Wabah dan Bencana, M Hodori MKes, saat turun ke tiga desa, mendata dan mengumpulkan sisa makanan yang dikonsumsi para korban, kemarin (7/6).

Sementara, Kapolres Lahat, AKBP Rantau Isnur Eka SIk, melalui Kapolsek Jarai, AKP Kasmi Dardah SH menyatakan, masih menunggu hasil tes yang dilakukan Dinkes Lahat. Selanjutnya bila memang sumber petaka tersebut berasal dari mie kuning yang dikonsumsi warga, pihaknya siap mengusut sumber mie tersebut. “Kami tunggu dulu hasilnya (tes), bila warga merasa dirugikan dan melapor, akan kami usut,” tegasnya. (mg21/CE-V)

#baca berita selanjutnya…terbit 8 juni 2016#

Previous Uang Tabungan, Bantu Biaya Pendidikan
Next Tahu dan Mie Kuning Berformalin Beredar Bebas