Warga Keukeh Portal Jalan


PAGARALAM POS, Empat Lawang – Persoalan Perusahaan Sawit PT Galempa dengan masyarakat belum tuntas. Meskipun sudah dilakukan pertemuan dan mediasi, namun belum juga menemukan titik terang. Makanya warga masih bersikukuh melakukan pemortalan jalan.

Camat Camat Ulu Musi, Zaili menyampaikan, pertemuan dan media sudah dilakukan, baik pihak warga maupun pihak perusahaan, namun diakuinya belum menemukan titik terang, lantaran managemen perusahaan sawit tidak bisa mengambil keputusan, sehingga harus melapor kepada bos besar di Medan. Hal ini nampaknya belum memuaskan warga, sehingga pemortalan masih saja berlangsung. “Sampai sekarang kita masih menunggu hasil dan keputusan perusahaan, sambil menunggu keputusan, warga masih melakukan kan pemortalan jalan,” kata Sazili, kemarin.

Selanjutnya Sazili berharap, persoalan bisa diselesaikan dengan cepat dan hati yang damai, pihak perusahaan maupun warga sama – sama diuntungkan, sehingga tidak berlarut larut dan menjadi persoalan lain lagi. “Kami hanya bisa mediasi, keputusan ada di warga dan perusahaan, kita tunggu dulu hasil koordinasi managemen perusahaan ke pimpinan pusatnya,” kata Sazili.

Diketahui sebelumnya bahwa, puluham massa yang berasal dari Desa Batu lintang, Muara Kalangan, Simpang Perigi dan sekitarnya, dalam wilayah Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang, melakukan aksi pemblokiran jalan alternatif ke perkebunan sawit milik PT Galempa Sejahtera Bersama (PT GSB), Selasa (7/7) lalu.

Aksi ini dilakukan di salah satu titik jalan alternatif perusahaan yang terletak di perempatan wilayah Air Beruang Desa Muara Kalangan Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi pemblokiran jalan ini, dilakukan warga lantaran pembagian hasil 30 persen untuk kebun plasma yang dijanjikan perusahaan belum diterima masyarakat.

Salah seorang warga yang ikut dalam aksi ini, Lion Kiswoyo mengatakan, bahwa aksi ini dilakukan karena pihak PT GSB tidak menepati janjinya. Menurutnya, beberapa tahun lalu saat perkebunanan dibuka pihaknya dijanjikan akan menerima sistem bagi hasil dari pemakaian lahan yang mereka miliki dari PT GSB. “Kami melakukan aksi demo untuk menuntut pihak perusahaan agar membayarkan hak kami. Saya sebagai pemilik lahan sudah merasa gerah dengan janji-janji pihak GSB yang tak kunjung ditepati,” ungkapnya.

Mereka berharap dengan aksi ini, pihak PT GSB segera menepati janji awal saat pengembangan perusahaan dulu. Masyarakat merasa rugi lantaran lahan yang mereka miliki tidak bisa diolah karena kini dimanfaatkan oleh pihak PT GSB untuk menanam sawit, namun janji bagi hasil tak Kunjung ditepati hingga 6 tahun berlalu. (Ac07)

Previous 276 KK Kembali Terima BLT DD
Next Patroli Keliling, Sampaikan Imbauan Cegah Covid-19