Warga Duduki Lahan Arta Prigel


Foto : Ist For Pagaralam Pos
HALANGI : Sejumlah warga sedang menghalangi anggota kepolisian saat hendak masuk ke area kebun PT Arta Prigel, Rabu (16/7).

PAGARALAM POS, Lahat – Upaya persuasif yang dilakukan oleh managemen PT Arta Prigel ke masyarakat Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, Rabu pagi (17/7) lalu, berujung mencekam.




Kedatangan pihak PT Artaprigel guna menyelesaikan masalah, terkait lahan perkebunan sawit seluas 180,36 Ha yang diklaim warga, malah berujung penolakan. Bahkan puluhan warga sempat melakukan aksi penghadangan, dengan membawa senjata tajam, serta bambu runcing.
Julius selaku Humas PT Arta Prigel menuturkan, kedatangan pihaknya ke Desa Pagar Batu guna menjelaskan titik terang akar permasalahan.




Mengingat hal yang dituntut warga, seperti perusahaan tidak memberikan apa-apa kepada warga, ataupun upaya perampasan lahan, dinilai tidak benar. Hal itu dibuktikan dari daftar-daftar CSR yang sudah diberikan, dan bukti dikeluarkannya HGU tahun 2016 berakhir tahun 2041 mendatang. “Kedatangan kita, langsung ditolak warga. Warga sepertinya memang sudah berniat menunggu kedatangan kita. Warga sudah tidak perduli lagi dengan upaya untuk meluruskan masalah ini, tahunya mereka mau menduduki lahan itu,” terang Julius, Rabu (17/7).




Beruntung aksi penolakan warga itu, tidak meninggalkan korban luka maupun jiwa. Sejumlah petugas kepolisian yang lakukan PAM penjagaan, yang saat itu berupaya menemui Kepala Desa dan mantan Kepala Desa, juga ikut ditolak warga. Warga yang diduga sedang ditunggangi oleh oknum berkepentingan ini, dengan lantang mengatakan tidak butuh kepala desa, ataupun tim penyelesan masalah yang dibuat oleh Bupati Lahat. “Imbasnya pekerja kita sudah empat hari tidak bekerja, takut dengan warga. Kejadian ini akan kita laporkan ke pihak Polres Lahat, kita tidak ingin nanti mala ada korban dari pekerja kita,” ujar Julius.




Sementara, Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK menerangkan, pihaknya PT Arta Prigel sudah membuat laporan tentang perkara ini, tentu saja akan ditindaklanjuti dengan cepat. Masalah ini sedang dalam tahap mediasi yang dipasikitasi oleh Pemkab Lahat. Seharusnya selama tim investigasi bekerja, warga yang mengklaim lahan tersebut tidak boleh meduduki lahan hingga melakukan aktifitas. “Biarkan ini diperiksa dulu, untuk alasan hak masing-masing pihak. Harus sama-sama berkepala dingin. Jangan sampai terjadi gangguang di masyarakat, maupun gangguan aktifitas perusahaan,” terang Ferry, Kamis (18/7).




Ferry juga menegaskan, apabila himbuan untuk tidak menimbulkan gangguan tetap tidak diindahkan. Pihaknya akan bertindak tegas kepada pihak-pihak yang melanggar hukum. “Kalau warga masih meduduki lahan yang jadi persoalan, kami tentu akan melakukan penertiban,” tegas Ferry. (mg02)

Previous KUA Tugumulyo Fasilitasi Nonmuslim Jadi Muallaf
Next Hasbullah, Caleg Terpilih PDI Perjuangan Tutup Usia