UPTD PAM Diwacanakan Jadi PDAM


 

PAGARALAM POS, Pagaralam – Pemkot Pagaralam mewacanakan UPTD PAM saat ini di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum menjadi perusahaan daerah air minum (PDAM). Pada kesempatan kemarin (11/2), bertempat di ruang rapat Besemah Due, sekretariat Pemkot Pagaralam, sebagai tahapan awalnya dilakukan permbahasan lintas sektoral dipimpin langsung Sekdakot Pagaralam, Drs Safrudin MSi. Turut hadir para asisten, staf ahli dan perwakilan dinas, badan dan intansi, diantaranya Dinas PU Kota Pagaralam, UPTD PAM, Inspektorat, BPLH, Kepala DPPKA, Bappeda dan BKD.

Sekdakot Pagaralam, Drs Safrudin MSi mengatakan, adapun rencana pemerintah kota mendirikan perusahaan daerah air minum tak lain kedepan pengelolaannya nanti bisa memberikan kontribusi terhadap PAD. “Hari ini perlunya pembahasan bersama pihak terkait,” ulas dia.

Ditambahkan Kabag Hukum, Sudirman SH, dirinya menilai rencana pendirian perusahaan daerah air minum setidaknya harus memiliki landasan hukum kuat. “Terlebih dahulu ada dasar hukumnya. Boleh saja mempelajari atau membandingkan dengan Perda dari daerah lain. Seperti berpedoman undang-undangnya,” ulas dia.

Kepala Dinas PU Kota Pagaralam, Hariadi Razak, melalui Kepala UPTD PAM, Hariyanto mengatakan, rencana pengelolaan air minum yang saat ini statusnya merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dari Kantor Dinas PU, sudah dilakukan sejumlah persiapan dengan mempelajari peraturan daerah yang ada di kabupaten kota lain, bahkan di luar Sumsel. “Sudah dibuatkan draf Perdanya dan masih banyak terdapat kekurangan, akan dilakukan pembahasan lagi mengenai perusahaan daerah air minum,” katanya di sela paparan di hadapan Sekdakot dan para Asisten.

Perlu diketahui, sebelumnya UPTD PAM terus melakukan pembenahan dengan melakukan penambahan jaringan melalui dana Pusat (Kementerian (PU, red) di 2015 lalu. Yakni pemasangan jaringan pipa induk, tujuannya tak lain memperluas jangkauan yang didengungkan mampu mengcover sekitar 3.000 pemasangan pelanggan baru.

Lokasi jaringan pipa induknya mulai dari Simpang Tanjung Cermin menuju Simpang Nendagung, radius sekitar 2,8 km. Dengan ukuran pipa 8 inchi, kemampuan 60 liter/detik. Pemasangan ini lanjutan dari Intake Ayek Putih, di Gunung Agung, Kecamatan Dempo Utara yang sebelumnya sudah terpasang pipa induk berukuran 12 inchi, sepanjang sekitar 11 km.

Di lokasi lain, menghubungkan intake Gunung Dempo sudah dilakukan dari Simpang SMP Negeri 2 hingga ke RSUD Besemah, radius mencapai 4 km, dengan pipa induk ukuran 6 inchi, kemampuan 20 liter/detik. (06/CE-V)

Previous Jupel Ujung Tombak Pelestarian Cagar Budaya
Next PJPP Bantu Rumah untuk Tarmizi