Uji Petik Penyaluran Tunjangan Profesi Guru


Foto: Madhon/Pagaralam Pos
AUDITOR: Petugas Auditor Muda Inspektorat Kota Pagaralam, Irawan, melakukan pemeriksaan data guru penerima sertifikasi dalam kegiatan audit tunjangan profesi guru tahun anggaran 2016.

PAGARALAM POS, Pelang Kenidai – Mengetahui sejauhmana pelaksanaan sertifikasi guru berjalan dengan baik di lapangan, petugas Inspektorat Kota Pagaralam melakukan audit di beberapa sekolah. Mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).




Seperti halnya belum lama ini, kegiatan audit tunjangan profesi guru atau sertifikasi tahun anggaran 2016 dilaksanakan di SD Negeri 16 Kota Pagaralam, berada di wilayah Dusun Sukajadi, Kelurahan Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah.




“Kegiatan audit tunjangan profesi guru tahun anggaran 2016 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pagaralam, dengan uji petik sekolah di wilayah Kecamatan Dempo Tengah, baik tingkat SD hingga SMP sebagai sampel ini berlangsung sejak tanggal 22 Februari – 7 Maret 2017,” jelas Kepala Inspektorat Kota Pagaralam, Yokanan Mulyo Widagdo Ak, melalui Auditor Muda sekaligus Ketua Tim Audit, Irawan SH.




Dikatakan Irawan, setelah melaksanakan audit di 11 SD se-Kecamatan Dempo Tengah, Selasa (28/2), dilanjutkan ke tingkat SMP, yakni SMP Negeri 4 Kota Pagaralam dan SMP Negeri 7 Kota Pagaralam. Kemudian, ke depan, diteruskan ke seluruh SD dan SMP se-Kota Pagaralam.




“Harapannya, lewat audit yang dilaksanakan ini guru maupun Kepala Sekolah (Kepsek) yang telah mendapatkan sertifikasi agar lebih profesional lagi dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sehingga dapat meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik,” harapnya.




Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pagaralam, Drs Marjohan Derah MPd mengungkapkan, pengauditan merupakan agenda wajib yang dilakukan oleh inspektorat, baik pusat maupun kabupaten/kota.




“Proses audit rutin dilakukan Inspektorat setiap tahunnya. Jadi, setiap tahun kita selalu diaudit, bukan karena ada kejanggalan ataupun kesalahan. Kita berharap, kalau sudah diaudit inspektorat sebagai auditor internal, jika diperikasa BPKP atau BPK tidak ada lagi temuan atau penyimpangan lagi,” tandasnya. (09/CE-V)

Previous Maret, Pendataan Ulang KIS
Next Kantor Lurah Masih Numpang