Turut Pengaruhi Hasil Bumi Pagaralam


Foto: Net
PERTANIAN: Penerapan PSBB yang bakal dijalankan di Kota Palembang dan Prabumulih, bakal turut menjadi mempengaruhi hasil bumi Pagaralam.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyetujui usulan Pemerintah Kota Palembang dan Prabumulih untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Persetujuan penerapan PSBB di Palembang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07./Menkes/307/2020. Sementara untuk Prabumulih, mengacu pada Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07./Menkes/306/2020.

Meskipun pemberlakuan PSBB akan diterapkan usai lebaran, namun sudah menjadi bahan pemikiran Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, karena baik Kota Palembang maupun Prabumulih erat kaitanya dengan Pagaralam.

Kenapa demikian? Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH menjelaskan jika Pagaralam merupakan daerah penghasil, khususnya sayur mayur yang per harinya lebih dari lima ton sayur mayur dari Pagaralam dikirim ke Pasar induk Palembang. “Jadi, otomatis kita Pagaralam akan terkena dampak dari PSBB tersebut, karena jangankan untuk ke Kota Palembang, melintas ke Prabumulih juga sudah PSBB,” ucap Wako.

Sehingga kata Kak Pian, sebelum pemberlakuan PSBB tersebut, dirinya memerintahkan agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pagaralam supaya segera berkoordinasi dengan Dishub Prabumulih sebagai kota yang akan dilintasi.

Selain itu, Diperidangkop Kota Pagaralam juga akan berkordinasi dengan Disperindagkop Palembang untuk mengetahui apakah pasar induk palembang tetap beroprasi walaupun PSBB diberlakukan. “Karena yang dikhawatirkan jika pasar induk Palembang tutup total selama PSBB, akan dikemanakan hasil pertanian berupa sayur mayur yang lebih dari 8 truk dikirim ke Palembang setiap harinya,” pungkasnya. (Cg09/CE-V)

Previous Wako Salurkan 2.499 Bantuan KKS
Next Karang Taruna Talang Kelapa Berbagi Takjil