Tigakali Teguran Tak Digubris, Bakal Diangkut Paksa


Foto: Ist/Pagaralam Pos PKL: Para petugas Satpol PP Pemkab Lahat saat memberikan peringatan dalam giat sosialisasi kepada para PKL di Pasar Lama Lahat, Sabtu (1/9) malam.
Foto: Ist/Pagaralam Pos
PKL: Para petugas Satpol PP Pemkab Lahat saat memberikan peringatan dalam giat sosialisasi kepada para PKL di Pasar Lama Lahat, Sabtu (1/9) malam.

PAGARALAM POS, Lahat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus berupaya menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sejumlah titik pasar. Hal ini karena selama ini keberadaan para PKL sering melanggar aturan, seperti menjajakan barang dagangan di trotoar, bahkan hingga masuk ke bahu jalan yang seharusnya menjadi area parkir kendaraan. Hal ini seperti dikatakan Kepala Satpol PP Kabupaten Lahat, Sigit Budianto, kemarin.

Seperti yang sudah dilakukan, sabtu (1/9) malam, misalnya. “Anggota kita sudah bergerak menyisir sejumlah titik pasar, misalnya di sepanjang Jalan Mayor Ruslan Kelurahan Pasar Lama Lahat, tepatnya di sekitar pertigaan Taman Kota. Di sini para petugas kita mendapati sejumlah PKL, di antaranya pedagang nasi goreng yang lapak dagangannya telah melewati garis pembatas tepian jalan,” jelasnya. Alhasil, para PKL itupun diberi teguran lisan seraya diminta untuk menertibkan lapaknya.

“Kalau sekarang, kita masih tahap sosialisasi dulu. Jadi kita berikan peringatan secara lisan dulu seraya memberi penjelasan bagi mereka mengenai area mana saja yang boleh ditempati serta aturan-aturannya,” terangnya.

Lanjut Sigit, menegaskan, jika peringatan lisan itu masih juga tidak digubris, maka PKL bersangkutan akan diberikan surat teguran. Teguran tertulis ini akan terus dilayangkan hingga tigakali. Lebih dari itu, maka pihaknya terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap para PKL pelanggar.

“Kita tertibkan paksa, dan kita angkut barang dagangannya jika mereka terus kucing-kucingan. Makanya saya himbau, para pedagang yang sudah diberi peringatan sebelumnya untuk tidak kembali mengulangi pelanggaran mereka,” tegasnya.

Penertiban para PKL ini sebetulnya merupakan tindaklanjut dari laporan masyarakat pengguna jalan yang merasa terganggu dengan keberadaan mereka yang mendirikan lapak tanpa menghiraukan aturan lagi. Di pelataran Pasar Lematang Lahat, misalnya, di mana para pejalan kaki terpaksu harus berdesak-desakan lantaran keberadan PKL telah mengambil ruang pejalan kaki. (mg21/CE-V)

#Baca berita selanjutnya….terbit 4 oktober 2016#

Previous Oknum Pejabat dan PNS Enggan Membayar Pajak
Next Pembagian Ijazah Terkendala Jarak