Tidak Mudah Menutup Waralaba Tak Berizin


PAGARALAM POS, Lahat – Sebagai pihak yang berwenang atas pengeluaran izin operasional minimarket milik perusahaan waralaba nasional, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah (BPPT-PMD) menyebut masih ada 3 titik minimarket yang belum mengantongi izin alias ilegal.

Kepala BPPT-PMD Lahat Elfa Edison mengatakan ketiga titik tersebut yaitu waralaba yang berdiri di Tanjung Aur, Bungamas dan pasar jarai. Sedangkan waralaba di Ulak Pandan Merapi Barat sudah memiliki izin. “Sudah kita tertibkan karena banyaknya protes dari masyarakat,” ujarnya, kemarin.

Lanjut Elfa, hanya saja, masih ada yang belum mendapat izin dikarenakan tidak sesuai dengan perda kabupaten Lahat tentang usaha retail modern. Kendati demikian, dirinya mengaku tidak mudah untuk menutup langsung usaha tersebut karena banyak hal yang perlu dipertimbangkan, seperti salah satunya, penyerapan tenaga kerja bisa mengurangi angka pengangguran dengan menjadi karyawan di minimarket tersebut.

Disisi lain, pihaknya mengklaim tidak sedikit pula warga yang mendukung keberadaan minimarket karena ketersedian barang dan harga yang kompetitif. “Tidak semudah yang dipikirkan, semua sudah ada aturannya. Untuk itu menutup usaha waralaba tidak bisa dilakukan secara lisan, harus diketahui minimal camat atau perangkat desa setempat,” jelasnya.

Ditambahkanya, selain itu, sebelum eksekusi dilakukan pemilik usaha atau yang bertanggung jawab terlebih dahulu diberi peringatan sampai 4 kali. Untuk saat ini ke 3 minimarket yang terlanjur beroperasi diminta melengkapi syarat dan izin yang dibutuhkan. (mg21)

#baca berita selengkapnya…….terbit 3 November 2016#

Previous Nonton Organ, Pemuda Tewas Ditikam
Next Pendaki Diimbau Berhati-Hati