Terima Ijazah Wajib BTA dan Hafal Jus ‘


Foto: Madhon/Pagaralam Pos PENGAJIAN: Walikota Pagaralam, Ida Fitriati berikan pengarahan kepada jajaran Kepala SKPd, dalam kegiatan pembentukan musyawarah pengajian eksekutif, kemarin.
Foto: Madhon/Pagaralam Pos
PENGAJIAN: Walikota Pagaralam, Ida Fitriati berikan pengarahan kepada jajaran Kepala SKPd, dalam kegiatan pembentukan musyawarah pengajian eksekutif, kemarin.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Menjadikan generasi penerus bangsa di Kota Pagaralam, agar terbebas dari buta aksara Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) dan hafal Juz ‘Amma, mulai tahun 2016 Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam berencana akan membuat Peraturan Walikota (Perwako) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) yang ingin mendapatkan ijazah harus bisa BTA dan hafal Juz ‘Amma. Bahkan untuk mencapai target itu. Di tahun 2016 juga ustadz akan masuk ke setiap sekolah di tingkat SD, memberikan pengajaran BTA dan hafalan Juz ‘Amma.

“Sepertinya pengajaran BTA dan hafalan Juz ‘Amma, harus ‘dipaksakan’ kepada generasi penerus. Karena kita cukup prihatian, bila ada anak yang tak bisa membaca Al-Qur’an. Terlebih lagi untuk kalangan pemuda, jika diminta untuk menjadi Imam sholat seringkali tidak ada yang berani tampil, bahkan terkadang hanya hafal surat Al-Ikhlas saja,” terang Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati MKes saat membuka pembentukan musyawarah pengajian eksekutif, kemarin.

Ida menjelaskan, untuk menjadikan generasi penerus paham BTA, hafal Juz ‘Amma dan fasih membaca Al-Qur’an, Pemkot Pagaralam di tahun 2016 nanti akan membuat Perwako yang isinya; setiap siswa SD yang ingin mendapatkan ijazah harus bisa BTA dan hafal Juz ‘Amma. Dengan persyaratan, dapat memperlihatkan tanda bukti surat keterangan khatam yang dikeluarkan lembaga tahfidz.

“Kita sudah menganggarkan dana begitu banyak untuk ustadz dan ustadzah. Dengan banyak pengeluran, banyak pula yang kita harapkan. Tentu hasilnya pun harus seimbang. Sehingga BTA dan hafalan Juz ‘Amma harus ‘dipaksakan’ kepada setiap anak di tingkat SD, lebih lagi jumlah siswa tingkat SD se-Kota Pagaralam mencapai 16 ribu dari 85 SD. Kalau mereka sudah mengenal bacaan Iqra, kedepannya mereka akan lebih lancar membaca Al-Qur’an” tegasnya.

Mengajarkan BTA dan hafalan Juz ‘Amma, kata Ida, tidak bisa hanya mengandalkan guru agama di sekolah, melainkan pula butuh bantuan seorang ustadz dan atau ustadzah. “Setelah Perwako yang akan kita susun itu selesai, maka ustadz- ustadzah kita minta untuk dapat mengajarkan BTA dan hafalan Juz ‘Amma. Terserah bila nanti ada penolakan. Jangan takut, kerena sudah menjadi tugas seorang pemimpin untuk senantiasa mengajak kepada kebaikan,” tandasnya. (09/CE-V)

Previous Terkendala Cuaca, 18 Jam Roy Selamat Dievakuasi
Next Longsor, Ancam Keselamatan Pengendara