Terdakwa Terancam Dieksekusi Mati


PAGARALAM POS, Pagaralam – Lama tak terdengar perkembangan kasus pembunuhan berencana yang dilakukan Tika Cs yang menewaskan pegawai toko dan anaknya (Ponia dan Selvi, red), setelah penelusuran yang dilakukan Pagaralam Pos, ternyata upaya banding pada Oktober 2019 ditolak. Sementara kasasinya ditingkat Mahkamah Agung pun berujung sama.
Upaya hukum terakhir tentukan nasib terdakwa Tika dan rekannya Riko untuk mencari keadilan atas tindakan kejahatan sadis yang dilakukan mereka adalah grasi. “Upaya kasasi terkait kasus pidana pembunuhan berencana yang dilakukan terdakwa Tika dan rekannnya Riko sudah keluar, hasilnya (Mahkamah Agung) menguatkan keputusan PN Kota Pagaralam yang menjatuhi hukuman mati kepada terdakwa,” ujar Kajari Pagaralam, M Zuhri SH MM melalui Kasi Intel, Lutfy Fresly SH dihubungi Pagaralam Pos via ponselnya.
Pihak Kejaksaan dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum (JPU, red) lanjut Lutfy tinggal menunggu kapan untuk dilakukan eksekusi. Disisi lain, untuk eksekusinya sendiri apakah yang bersangkutan apakah mengajukan grasi. Dalam hal ini upaya terakhir meminta pengampunan dari Pemerintah (Presiden, red).
Sementara Khaidir Murni SH selaku pengacara hukumnya, membenarkan upaya hukum yang dilakukan kliennnya ditolak. Sama halnya dengan ditingkat banding di Pengadilan Tinggi Palembang beberapa waktu lalu. “Banding ditolak dan kita ajukan upaya kasasi namun hasilnya sama,” kata dia.
Saat ini, untuk kepastian grasi, pengampunan tetap direncakan diajukan hanya saja masih menunggu support dari pihak keluarga. “Grasi adalah upaya terakhir untuk merubah keputusan hukum yang diterima terdakwa,” beber Khaidir.
Diberitakan sebelumnya, putusan banding di Pengadilan Tinggi Palembang sudah diterima pada 26 September silam. Sebagaimana diutarakan Kasi Pidum, Mahendra SH bahwa putusan banding dari majelis PT Palembang terkait mengadili permintaan banding dari kedua terdakwa (Tika dan Riko, red), hasilnya menguatkan keputusan PN Pagaralam No 56/PID.B/2019/PN Pagaralam tanggal 20 Agustus 2019. (Atg06)

Previous Pilkada Pagaralam Mundur Setahun
Next Patuhi Protokes Diganjar Reward Pemeriksaan Kesehatan