Tak Ada Keringanan, Belewong CS Dituntut Penjara Seumur Hidup


Foto: Gusti/Pagaralam Pos
DITUNTUT: Terdakwa Eko Riadi, mendengarkan tuntutan JPU Alven SH saat duduk di kursi pesakitan di PN Kota Pagaralam, kemarin.

PAGARARALAM POS, Pagaralam – Keempat terdakwa komplotan rampok yang menewaskan touke kopi, Darul Kutni tertunduk lesu di kursi pesakitan mendengarkan tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan di Pengadilan Negeri Kota Pagaralam, yang digelar sekitar pukul 11.15 WIB, Rabu (27/3).




Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, sama sekali tidak ada keringan diberikan oleh JPU terhadap keempat terdakwa, yakni Misgianto alias Belewong, Eko Riadi, Safarudin dan Gusti Komang Sudjana.




Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Agung Hartato SH, didampingi hakim anggota, Angga SH dan Alwi SH, Alven SH selaku jaksa penuntut umum tak ada keringan dengan sejumlah pertimbangan, diantaranya aksi komplotan sudah meresahkan warga, beraksi membawa senjata api dan golok hingga menyebabkan hilanggnya nyawa korban (Darul Kutni, red), merampas harta korban, terlibat sejumlah aksi kejahatan Curas lainnya di luar Kota Pagaralam sepeti di Gelumbang, OI, jalan baru Manak.




Fakta persidangan, keempat terdakwa, Gusti Komang Sudjana alias Komang merupakan sang eksekutor yang menewaskan korban Darul Kutni. “Keempat terdakwa, dituntut pasal 365 ayat 4 dengan tuntutan penjara seumur hidup,” katanya. “Keempat terdakwa dituntut pidana hukuman maksimal tertinggi,” ujar Alven.




Sementara, keempat terdakwa menyatakan keberataan, dan meminta keringanan hukuman seringan-ringannya kepada majelis hakim. Seperti yang dimohonkan secara lisan oleh terdakwa Belewong, Eko Riadi dan Safarudin melalui penasehat hukumnya, Khaidir Murni SH.




Terpisah, terdakwa Komang, menyampaikan langsung permohonan pembelaan keringanan hukuman padat tuntutan penjara seumur hidup atas perbuatannya. Selanjutnya sidang akan dilanjutkan pekan depan, dengan agenda putusan pada Selasa, tanggal 3 April mendatang. (06/CE-V)

Previous Jangan jadi ‘Debat Kusir’, KPU Pastikan Debat Publik Berjalan On The Track
Next Debat Kandidat Putaran I, Melempem di Awal Seru di Ujung Segmen