Tahun Baru, Kabinet Baru


PAGARALAM POS, Pagaralam – Jika tidak ada halangan, terhitung 1 Januari 2014 atau tepatnya pukul 00.00 WIB, Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati MKes bakal melakukan perombakan kabinet golongan Eselon II di lingkungan Pemkot Pagaralam. Tak tanggung-tanggung, sekitar 40 persen pejabat dari 25 pejabat Eselon II bakal dirombak sebagai upaya pencapaian visi dan misi Kota Pagaralam.

“Untuk percapaian visi dan misi Pagaralam Secerah Alam, perombakan kabinet yang ada bakal segera kita lakukan. Direncanakan, saat malam pergantian tahun baru pukul 00.00 WIB. Perombakan ini juga dimaksudkan untuk mendapatkan pejabat yang profesional, dalam hal menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” ungkap Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Mkes didampingi Kepala BKD Drs H Yapani Rahim Sip MM, kemarin.

Dikatakannya, perombakan kabinet pejabat eselon II ini murni berdasrkan hasil Evaluasi sejak dirinya dilantik sekitar 8 bulan yang lalu. “Hasil Evaluasi yang kita lakukan menjadi tolok ukur mengganti atau meroling pejabat yang ada,” tegasnya.

Diakuinya, hingga kini masih banyak terdapat pejabat yang salah penempatan, sehingga tidak bisa menikmati dan menyayangi tugas serta tanggungjawab yang diembankan kepadanya. “Tujuan perombakan kabinet ini cukup simpel, karena kita ingin di tahun baru ada warna baru, pejabat baru dan semangat baru agar dapat menjalankan, menikmati serta menyayangi tugasnya dengan baik,” terangnya.

Ditambahkannya, dengan adanya perombakan kabinet ini direncanakan juga diwaktu yang bersamaan seluruh bendahara keuangan akan dikumpulkan untuk melakukan tutup buku serentak dari seluruh SKPD yang ada, ketika pukul 00.00 tersebut. Pejabat yang baru nantinya akan menjalankan anggaran yang ada mulai dari nol hari dan nol bulan, tidak seperti selama ini dimana pejabat yang ada menjalankan anggaran sisa dari pejabat lama atau hanya meneruskan anggaran sisa saja. “Ini bukan untuk mencari sensasi, melainkan lebih kepada efektivitas kerja,” tegasnya.

Dalam perombakan kabinet ini pun dirinya beber Ida, tetap berpatokan kepada UU ASN, dengan kriteria mulai dari kepangkatan, latar belakang pendidikan, psikologis dan penempatan tugas. “Jika tidak sesuai langsung bisa dicopot dan diganti dengan pejabat yang layak dan mumpuni. Semuanya bertujuan agar pembanunan di Kota Pagaralam ini berlari dan bukan berjalan atau malah jalan ditempat kedepannya,” pungkasnya. (09)

Previous Kejari Miliki Timsus Pemberantasan Korupsi
Next Perempuan Harus Mampu Berkualitas Membangun Bangsa