Syahril Pertanyakan Alasan Penundaan TPP


PAGARALAM POS, Empat Lawang Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah, secara tegas mempertanyakan alasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Empat Lawang menunda anggaran Finger Print dan menunda anggaran Tunjangan Profesi Pegawai (TPP). Padahal menurut Syahril, anggaran tersebut sudah ada.

“Saya tidak mengerti itu kenapa ditunda. Hebatnya lagi anggaran tetap ada di sana, kenapa tidak direalisasikan. Saya tidak mengerti apa alasan penundaan itu. Kecuali anggaran itu dipindahkan ke anggaran lain yang memang mendesak. Ini anggarannya ada, dipindahkan tidak juga,” singgung Syahril.

Dijelaskannya, untuk anggaran Finger Print memang di RKUA tidak masuk. Tapi dalam penganggaran TPP sudah dimasukkan di Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). “Memang bahasanya bukan TPP, tapi tunjangan dan gaji. Sudah diserahkan ke DPRD, kenapa tidak dibahas. Itu terserah mereka kenapa tidak dibahas,” kata Syahril.

Ia menuturkan, tunjangan untuk pegawai sangatlah penting dalam menunjang peningkatan kinerja pegawai. “Di Indonesia, yang tanpa tunjungan hanya di Empat Lawang. Mungkin Inilah salahsatu penyebab pegawai nak pindah galo, inilah penyebabnyo,” tegas Syahril.

Dalam penentuan TPP juga bukanlah sembarangan. Syahril membeberkan, bahwa sudah masuk dalam Raperda dan sudah dibawa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Empat Lawang dan perwakilan DPRD ke Provinsi menemui Biro Hukum, DPKAD Sumsel dan Biro-biro yang berkompeten dalam permasalahan TAPD ini. Setelah dikemukakan dan dipelajari, keputusannya boleh dilakukan. “Nah, ini heran dan timbul tanda tanya besar, kenapa ditunda. Kecuali anggarannya tidak ada, atau ada yang lebih mendesak, itu baru boleh ditunda,” tegasnya lagi.

Syahril menyayangkan sikap DPRD tersebut. Anggaran untuk TPP itu sudah ada. Kalau pun memang harus ditunda harus dilampirkan alasan yang tepat. Atau memang dialihkan ke pos yang lain, yang memang membutuhkan dan mendesak. “Ini baru boleh. Saya saja tidak tahu apa alasannya penundaan itu. Saya terkejut waktu keluar pernyataan itu,” kata dia.

Lebih lanjut Syahril mengatakan, yang jelas pihaknya sudah berusaha keras untuk menyejahterakan pegawai. Pihaknya akan tetap perjuangkan agar TPP tetap ada. “Saya imbau pegawai tetap kondusif. Yakinlah tunjangan itu akan diberikan. Kalau di APBDP pasti ada, tapi saya maunya bukan di perubahan, sebab anggaran itu sudah ada,” tutur dia.

Silakan ditunda dan pihaknya terus berkoordinasi dengan DPRD mencari jalan keluarnya. “Saya akan tetap perjuangka. Walaupun tunda, yang penting nanti TPP tetap akan masuk,” pungkasnya. (07/CE-V)

Previous Jalin Hubungan Harmonis di Sekolah
Next Harga Tidak Stabil, Tauke Karet Cemas