Sistem Pemerintahan Sumbai dan Marga


Foto-foto : Pidi/Pagaralam Pos BERPENGARUH  : Pesirah merupakan sebutan bagi seorang yang memimpin sebuah marga. Contohnya ada Pesirah Ratu Seniun yang memipin marga SMAS Muara Siban. Kini nama Pesirah Ratu Seniun diabadiakan untuk nama jalan.
Foto-foto : Pidi/Pagaralam Pos
BERPENGARUH : Pesirah merupakan sebutan bagi seorang yang memimpin sebuah marga. Contohnya ada Pesirah Ratu Seniun yang memipin marga SMAS Muara Siban. Kini nama Pesirah Ratu Seniun diabadiakan untuk nama jalan.

PAGARALAM POS, Pagaralam Sistem pemerintahan yang demokratis sudah dikenal oleh masyarakat besemah sejak dulu. Jauh sebelum kedatangan Belanda. Setidaknya ada dua sistem pemerintahan yang pernah berkembang di besemah. Sayangnya, di zaman orde baru, sistem pemerintahan tradisional dihapus.

Pemerhati budaya dan sejarah Sumatera Selatan, Ahmad Bastari Suan menuturkan, sistem pemerintahan yang dikenal masyarakat besemah ada dua dua, yaitu sistem pemerintahan sumbai, dan sistem pemerintahan marga. “Kalau ditanya mana sistem pemerintahan yang diterapkan di Besemah, yaitu sumbai yang sudah ada jauh sebelum sistem pemerintahan marga,” ucap Bastari, ketika dihubungi Pagaralam Pos, kemarin (13/5).

Dijelaskan, sistem pemerintahan sumbai identik dengan geneologi. Orang-orang yang merasa berasal dari satu keturunan menyatakan diri ke dalam sebuah sumbai. Tiap-tiap sumbai dipimpin oleh seorang pemimpin. “Misalnya orang-orang memiliki hubungan keturunan dari satu puyang A. Maka mereka bersepakat untuk membentuk sumbai,” urai Bastari.

Lebih lanjut Bastari menjelaskan, batas geografis suatu wilayah bukan jadi persoalan bagi seorang pemimpin sumbai untuk menjalankan pemerintahan. Seorang pemimpin sumbai tak segan-segan untuk mendatangi warganya meskipun lokasinya jauh. Di besemah sendiri terdapat 6 sumbai. Empat di antaranya disebutkan Bastari adalah sumbai ulu rurah, sumbai besak, sumbai penjalang dan sumbai mangku Anom. Masing-masing sumbai memiliki pemimpin yang setiap saat selalu memantau perkembangan warganya.

“Sumbai penjalang berasal dari padang tinggi dekat Sungai Selangis, kini disebut Talang Pagar Agung. Mereka kemudian menyebar ke berbagai wilayah. Sedangkan sumbai mangku anom berasal dari dataran tinggi Nanding lalu menyebar termasuk ke Sukarami, Muara Siban,” imbuhnya. (11)

#baca berita selengkapnya…..terbit 14 mei 2016#

Previous PNS Kelurahan Ngedar Sabu
Next Yakin Atlet Berprestasi Olahraga Bangkit