Sindikat SIM Palsu, Berkedok Percetakan


FOTO: jpnn ASPAL: Pelaku menunjukkan barang bukti barang bukti pemalsu SIM Aspal.
FOTO: jpnn
ASPAL: Pelaku menunjukkan barang bukti barang bukti pemalsu SIM Aspal.

PAGARALAM POS, Sekayu – Bila sebelumnya Polres Banyuasin, berhasil bongkar sindikat
pembuat SIM Palsu pada Desember 2014 lalu. Kini giliran Polres Muba bongkar pembuatan SIM palsu, yang berkedok percetakan sablon di Jalan Merdeka No.210, Lrg Budiman RT 002 RW 001, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin (28/1).

Tim yang dipimpin, Kasat Reksrim AKP Mahajavet, berhasil menangkap Herman
Sawiran alias Gatot (42), pemilik percetakan Letran itu, berikut berbagai peralatan kerjanya. Mulai dari printer Canon IP 2770, komputer Accer dan CPU Simbadda, scanner Canon lide 25, serta hardisk eksternal 200 giga, serta puluhan kertas ID card, turut diamankan di Mapolres Muba.

Kok Bisa? Pengungkapan sindikat itu bermula, ketika Satlantas Polres Muba dipimpin Ipda Suventri, melakukan razia di simpang tiga Petromuba, tepatnya di depan Rumah Dinas Wakil Bupati Muba. Pada saat itulah, anggota Satlantas Brigadir Silaen, menstop salah seorang pengendara motor yang dikendarai Hendra Susanto. Lalu sang pengendara, mengeluarkan STNK dan SIM C yang ada. Seketika petugas curiga kalau SIM C yang dimilikinya palsu. Ini dikarenakan, SIM C itu warna biru pekat tak seperti SIM yang asli. Lalu foto si pengendara tampak jelas, seperti dikruping, serta lambang hologram di belakang SIM berwarna biru, bukannya perak.

Masih tak percaya, kemudian petugas melakukan register nomor SIM C itu, terbukti tak terdata di komputer Satlantas Polres Muba. “Saya kemudian koordinasi dengan Satrekrim Polres Muba. Koodinasi ini, bertujuan memastikan darimana si pengendara dapat SIM C palsu ini,” tegasnya.

Setelah mendapatkan informasi itu, anggota Satreskrim Polres Muba melakukan pengejaran dan pengrebekan lokasi percetakan Letran, yang merupakn tempat buat SIM C palsu itu. “Kita amankan Herman. Berikut disita segala peralatan pembuatan SIM palsu ini,” kata AKBP Achmad Ichsan SIk SH MSi, Kapolres Muba, didampingi AKP Mahajvet, Kasat Reskrim Polres Muba.

Ketika polisi memeriksa peralatan komputer yang ada, beberapa polisi terkejut melihat file komputernya berisikan SIM A, C serta BI palsu, yang dibuat sejak tahun 2013 lalu. Diketahui SIM palsu itu, telah beredar Muba, Palembang, Lubuk Linggau serta Banyuasin. “Ini terbukti, dari beberapa file SIM palsu, yang ditandatangi oleh Kapolresta Palembang, Kapolres Banyuasin, Kapolres Lubuk Linggau, Kapolres Banyuasin,” cetusnya. Diduga sebanyak 40 SIM palsu, baik A, C serta BI telah beredar di beberapa wilayah itu.

Disamping itu, pelaku diduga juga memalsukan beberapa dokumen lainnya. Meliputi, KTP, KK, NPWP, surat SKCK, surat laporan polisi, perpanjang STNK, Ijazah SMA, surat kehilangan kendaraan. “Kita temukan beberapa file dokumen komputer, yang diduga turut dipalsukan pelaku,” tegasnya.

Ditanya apakah pelaku sindikat antar Kabupaten? Mantan Kapolres Banyuasin, mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan kepada pelaku ini. “Kemungkinan pelaku adalah sindikat pemalsu SIM dan dokumen lainnya. Tapi kita masih melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Pelaku, Herman Sawiran (42), menolak dikatakan sindikat pemalsu SIM dan dokumen lainnya. Ini dikarenakan, dirinya hanya bantu warga yang butuh SIM serta dokumen lainnya. “Saya cuma bantu scan saja pak. Sedangkan yang mengisi biodata lainnya dilakukan konsumen yang ada,” dalihnya.

Maka itulah, diakuinya, dirinya merasa dijebak oleh konsumen yang minta bantuan. “Katanya SIM serta dokumen ini hanya dibutuhkan untuk fotokopi,” ungkapnya. Maka itulah, dirinya hanya butuh waktu satu jam membuat SIM serta dokumen lainnya. “ Saya cuma scan dan print saja,” cetusnya. Setiap bantu scan SIM, hanya dibayar Rp25 – Rp30 ribu, sedangkan dokumen lainnya kadang dibayar kadang tidak,” cetusnya.

Meski demikian, pelaku Herman dan pemakai SIM palsu, Hendra Susanto masih harus mendekam jeruji penjara Mapolres Muba. Keduanya harus bertanggungjawab atas perbuatannya melawan hukum yang berlaku. (yud/jpnn/CE-V)

Previous Digerebek Polisi, Aliyan Sembunyi di Bak Mandi
Next Belum Monitoring Peredaran Apel