Sembako Stabil Setelah Imlek


Foto: Madhon/Pagaralam Pos SEMBAKO: Pedagang sembako dibilangan Pasar Terminal Nendagung timbang beras di tengah harga sembako masih tinggi.
Foto: Madhon/Pagaralam Pos
SEMBAKO: Pedagang sembako dibilangan Pasar Terminal Nendagung timbang beras di tengah harga sembako masih tinggi.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Sejumlah pedagang sembilan bahan pokok (Sembako) dibilangan Pasar Terminal Nendagung, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, memprediksi jika harga sembako mulai stabil, setelah perayaan imlek mendatang.

“Kenaikan harga sembako saat ini, bukan karena pengaruh Bahan Bakar Minyak (BBM), kita prediksi harga sembako baru bisa stabil setelah imlek, apalagi kebutuhan telur akan bertambah yang pasti berdampak pada harga jual,” ujar Jono salah seorang pedagang sembako di bilangan Pasar Terminal Nendagung, kemarin.

Jono menerangkan, prediksi stabilnya harga sembako ini, berdasarkan pengalaman pedagang di tahun-tahun sebelumnya, jika mendekati perayaan imlek harga sembako mulai merangkak naik, akan tetapi setelah imlek harga sembako kembali stabil, saat ini harga beras di Pagaralam dikisaran harga Rp9.200 – Rp9.500 per kilogram, bila dibandingkan dengan daerah lain di pulau Jawa, harga jualnya bisa mencapai Rp10 ribuan per kilogramnya.

“Kalau di Jawa harga beras dengan kualitas bagus bisa mencapai Rp10 ribu per kilogram, jadi dengan harga beras Rp9.200 – Rp9.500 per kilogram di Pagaralam, masih bisa dijangkau masyarakat, karena seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga Sembako ini belum turun, jika belum selesai perayaan Imlek,” katanya.
Ditanya mengenai harga Sembako lainnya, Jono menerangkan, untuk harga minyak goreng biasa dijual pedagang di harga Rp11 ribu per kilogram, gula pasir Rp11 ribu per kilogram, tepung terigu Rp7.500 per kilogram.

Harga sembako di beberapa pasar tradisional masih cukup tinggi ini, lantaran stok dan biaya angkut yang tetap tinggi. “Kami tidak mungkin jual rugi, jadi kita jual sesuai dengan harga sembako di pasaran,” ujar Wati (50), seorang pedagang Sembako lainnya, kemarin.

Lanjutnya, harga Sembako tanpa terpengaruh sama sekali akan adanya penurunan harga BBM. Bahkan ada komoditas seperti telur, mengalami kenaikan dari harga Rp33 ribu per karpet, kini naik menjadi Rp36 ribu per karpetnya.

Begitu juga halnya beras dengan kualitas baik, sebelumnya berada di harga Rp8.500 per kilogram, kini naik menjadi Rp9.200 hingga Rp9.500 per kilogramnya, sementara untuk harga minyak sayur curah dan gula pasir, tetap berada di kisaran harga Rp11 ribu per kilogramnya

“Sebelumnya, kita menjual beras kualitas bagus di harga Rp8.500 – Rp8.700 per kilogram, tapi kini harganya naik menjadi Rp9.200 – Rp9.500 per kilogram, merupakan imbas dari kenaikan BBM tahun lalu, tapi kini meski BBM telah turun kembali, harga Sembako tetap tidak ada perubahan, mengingat begitu naik maka harga kebutuhan pokok, sangat sulit sekali untuk turun,” papar Wati. (09/CE-V)

Previous Rumput Liar Ganggu Jarak Pandang
Next Lingkungan Bersih Cermin Budaya Sehat