Sekolah dan Pesantren Mesti Steril


PAGARALAM POS, Pagaralam – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang peserta Pemilu 2019, berkampanye di lembaga pendidikan seperti sekolah dan pesantren. KPU menyatakan, lembaga pendidikan mesti steril dari aktivitas kampanye. “Atribut kampanye saja tidak boleh masuk ke sekolah dan pesantren, apalagi berkampanye,” tegas Komisioner KPU Kota Pagaralam Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Irfan Amd, dihubungi Pagaralam Pos, kemarin (15/10).




Menurut Irfan, larangan berkampanye di lembaga pendidikan seperti sekolah dan pesantren, ada dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Kemudian diturunkan dalam PKPU RI Tentang Kampanye. Seluruh peserta Pemilu 2019 wajib mematuhinya. “Kalau ada yang kampanye di sekolah dan pesantren, itu nanti tugas Bawaslu akan menindaknya. Bisa dibubarkan,” ucapnya mengenai sanksi.




Lain halnya bila silaturahim. Kata Irfan, sepanjang silaturahim tersebut tidak membawa atribut serta tidak mengajak untuk memilih, boleh-boleh saja. Toh diakui Irfan, silaturahim bisa saja dijadikan kedok untuk berkampanye. Karenanya ia menyarankan, supaya peserta Pemilu untuk datang ke lembaga pendidikan bila memang ada undangan kegiatan yang tak ada hubungannya dengan politik.




Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Pagaralam, Edy Budi Ahmadi SE menyatakan, kampanye di lembaga pendidikan bisa dikenakan sanksi pidana. Ini karena sudah melanggar UU Pemilu. Ancamannya, disebutkannaya adalah hukuman penjara dan denda. Inilah sebabnya, dia mengimbau kepada peserta Pemilu untuk berkampanye di tempat-tempat yang sudah diatur KPU.

Nihil Laporan
Sejauh ini Edy mengaku, belum ada laporan yang terkait dengan dugaan pelanggaran kampanye masuk ke Bawaslu. Demikian pula dengan temuan. “Masih nihil,”sebutnya. Meskipun demikian, ia memastikan, pihaknya akan teruss melakukan pengawasan kampanye di lapangan. Ia juga menyebutkan, jajaran Panwascam dan PPL terus melakukan pengawasan di wilayahnya masing-masing.




Masa kampanye memang telah dimulai. KPU menetapkan, kampanye Pemilu 2019 dimulai sejak 23 September sampai dengan 13 April 2019 mendatang. Saat ini, peserta Pemilu sudah bisa memasang alat peraga kampanye dan menggelar rapat terbatas dan dialogis. Sedangkan dan iklan kampanye baru bisa dilakukan pada Maret tahun depan. “Khusus untuk iklan kampanye di media massa, kami sudah membuat surat edaran kepada Parpol dan media. Nanti akan kami sampaikan untuk dicermati dan dipatuhi,” sebut Edy. (11)

Previous Selesai Verifikasi Dapat Nomor Tes
Next PMI Muratara Go To School