Sanitary Landfill Ditimbun


PAGARALAM POS, Pagaralam – Kegagalan pada 2015 lalu, dimana Piala Adipura gagal diraih, tahun ini jangan sampai terulang. Oleh karenanya, Pemkot Pagaralam melalui Satker terkait melakukan pembenahan sekaligus penataan di sejumlah titik pantau.

Pantauan di lapangan, tumpukan sampah di area sanitary landfill berukuran sekitar 75 x 90 meter di lokasi pembuangan akhir sampah (TPS Terpadu, red) dilakukan penimbunan. Begitupun di kawasan pasar Nendagung (Terminal, red) ditata ulang.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Pagaralam, Drs Agus Ahmad mengatakan, kegagalam adipura tahun lalu lantaran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) mendapat nilai kecil. “Selain itu, penyebab kegagalan Adipura karena bencana kebakaran Gunung Dempo yang menyebabkan asap yang terekam sebagai hotspot,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Drs Rahmad Madroh SSos tak menampik, pengolahan sampah di lokasi TPS Terpadu terkendala dengan minimnya sarana alat berat. Sementara kondisi alat saat ini hanya memiliki satu eksavator. Paling tidak ada tambahan lagi berupa buldoser.

Volume sampah yamg dibuang ke pengolahan akhir tak sedikit setiap harinya. Berkisar antara 60 kubik hingga 75 kubik, diangkut dengan 14 truk pengangkut sampah yang dikumpulkan dari lima kecamatan se-Kota Pagaralam. “Pengolahan sampah di lokasi ini perlu didukung dengan sarana maksimal. Jika dibiarkan, sampah terus menumpuk dan harus ditimbun agar tidak mengeluarkan bau dan hama lalat,” pungkasnya. (06/CE-V)

 

Previous 428 TPS Dinilai Masih Ideal
Next Pedagang Rebutan Lapak