Ratusan Ribu Indukan dan Benih Ikan Mati


FOTO: adi/Pagaralam Pos KEKERINGAN: Petugas saat melakukan pengecekan Balai Benih Ikan, kerusakan saluran irigasi primer.
FOTO: adi/Pagaralam Pos
KEKERINGAN: Petugas saat melakukan pengecekan Balai Benih Ikan, kerusakan saluran irigasi primer.

EMPAT LAWANG – Bencanan kembali menimpah Kabupaten Empat Lawang, yakni patahnya saluran primer irigasi yang terletak di desa Lampar, kecamatan Tebing tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Akibatnya, ratusan ribu benihkan dan induk mati mendadak, tidak hanya itu, saluran PDAM ke pelanggan puus total, parahnyablagi ratusan hektar sawah dan kolam pribadi masyarakat di Empat Desa, yakni desa lampar, Rantau tenang, kemang manis dan kupang kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Empat Lawang, Rudianto SP. Msi didampingi Kabid Perikanan Hendra Lezi SP mengaku jika dihitung dengan uang pihaknya mengalami kerugian hingga milyaran rupiah. Pasalnya Balai Benih Ikan (BBI) yang sudah melakukan pembenihan gagal,pasalnya semua ikan mati, baik benih maupun indukan. “Kejadian baru diketahui subuh hari setelah ikan di kolam, meloncat akibat kekeringan. Sehingga tidak bisa diantisipasi dan pasrah dengan kejadian yang menimpah,makanya ikan semuanya mati,” kata Rudianto, saat meninjau saluran irigasi patah, kemarin.

Selanjutnya Rudianto menyampaikan bahwa kejadian yang dialami pihaknya sudah di laporkan ke pemerintah Kabupaten empat Lawang untuk ditanggulangi. Karena tidak hanya kolam ikan di Balai Benih Ikan yang mengalami kerugian, masyarakat empat desa juga kekeringan. “Mudah – mudahan ini segera diperbaiki atau dicarikan solusinya,” harapnya.

Terpisah, Kepala PDAM Empat Lawang Sudibyo, melalui Kabag Tekhnik Helmi mengatakan akibat patahnya bangunan saluran irigasi primer, juga berdampak distribusi air ke seluruh rumah pelanggan tidak bisa disalurkan, makanya meminta semua pelanggan bersabar. “Distribusi mati total, karena instalasi pipa induk patah,” ujarnya, kejadian sudah dilaporkan ke Sekda selaku ketua penasehat PDAM Empat Lawang.

Sementaa Kabag Pengairan PU CK Elvansyah, bersama Sekcam Tebing Tinggi, Kepala Desa Lampar, Bagian Pembangunan mengecek langsung ke lapangan. Dirinya mengaku sudah memiliki alternatif pembenaran dengan mengalihkan jalur di hulu patahan saluran primer sehingga kemudian dibelokkan ke saluran lama. “Kita sudah rapat dan mensetujui usul tadi,” jelasnya.

Mengenai lahan pengalihan jalur, Elvansyah mengaku masih dalam proses pembebasan namun tidak sulit karena hanya dimiliki dua orang warga, satunya sudah setuju satunya lagi masih dikonfirmasi karena berada di Kota Bengkulu. “Sementara lahan yang dilalui jalur alat berat sudah diperbolehkan warga,” imbuhnya.

Jika sudah dialihkan, saluran dapat juga di buat permanen atau hanya alternatif, namun akan dinkoordinasikan terlebih dahulu dengan Bupati Empat Lawang. “Kebetulan peninjauan tadi langsung ada konsultan sehingga sekaligus mendesain bangunan irigasi,” pungkasnya. (07)

Previous Lestarikan Budaya dan Cerita Besemah
Next Upal Digunakan Beli Raskin