Ratusan Buruh “Ngadu” ke Dewan


Foto : Heru/Pagaralam Pos
SAMPAIKAN : Ratusan buruh di Kabupaten Lahat saat menyampaikan orasi di depan Gedung DPRD Lahat, Jumat (14/8).

PAGARALAM POS, Lahat – Kendati sempat tertunda satu hari, lantaran anggota DPRD Lahat tidak ada di tempat. Jumat (14/8) ratusan buruh yang tergabung dalam berbagai serikat buruh, meliputi GSBI, SBSI, FSBNIKUBA, dan KSBSI, akhirnya geruduk Kantor DPRD Lahat. Ratusan buruh ini meminta, DPRD Lahat juga harus memikirkan nasib buruh di Kabupaten Lahat.

Ketua GSBI Kabupaten Lahat, Fauzi Anwar mengatakan, seluruh serikat buruh di Kabupaten Lahat sepakat menolak RUU Cipta Kerja, karena dinilai sangat merugikan buruh. Kemudian, meminta DPRD Lahat menindak lanjuti terkait nota kesepakatan yang telah dibuat, antara aliansi serikat buruh dengan Pemkab Lahat. “Lahat sudah sangat butuh dewan pengupahan. Kami meminta bapak dewan yang terhormat, bisa menindak lanjuti nota kesepakatan itu. Sekaligus juga memanggil para pimpinan perusahaan, untuk duduk bersama menyelesaikan dan membahas tentang ketenagakerjaan,” kata Fauzi, Jumat (14/8).

Menurut Fauzi, RUU Cipta Kerja bisa merugikan para buruh, bahkan bisa sampai ke anak
cucu nanti. Kami meminta, DPRD Lahat mampu menegur Bupati Lahat, Cik Ujang SH, kenapa kesepakatan untuk membentuk dewan pengupahan itu, belum juga terlaksanakan. “Tolak RUU Cipta Kerja, kini sudah saatnya bapak anggota dewan memperhatikan nasib buruh, nasib rakyat Kabupaten Lahat,” ucapnya.

Sementara, Ketua DPRD Lahat, Fitrizal Homizi ST mengungkapkan, DPRD Lahat sangat merespon atas penyampaian maupun tuntutan dan keberatan yang disampaikan para buruh. Pihaknya mendukung dan akan meneruskan tuntutan para buruh di Kabupaten Lahat ke Pemerintah Pusat melalui DPR RI. “Kami juga akan merekomedasikan Pemkab Lahat untuk segera membentuk dewan pengupahan. Jika ada permasalahan ketenaga kerjaan, laporkan. Nanti komisi IV akan memanggil perusahaan nakal itu,” ujar Fitrizal. (her18)

Previous Kabupaten Muratara, Susah Sinyal
Next 48 Hasil Swab Negatif, Sebagian Masih Proses