Pupuk Bersubsidi Langka


EMPAT LAWANG – Kabupaten Empat Lawang kembali mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi, terkhusus daerah sentra pertanian Kecamatan Paiker yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk urea.

Hal ini, sangat dikeluhkan oleh para petani, karena sangat susah untuk mendapatkan pupuk yang bersubsidi. Untuk mengatasi persoalan tersebut para petani terpaksa membelihkan pupuk ditempat lain, agar bisa memenuhi kebutuhan pupuk tersebut. Salah Satu petani Wan mengungkapkan, kelangkaan pupuk sudah berlangsung lama hingga sekarang susah untuk mendapatkan pupuk, persoalan ini bukan hanya dirasakanya saja, bahkan para petani lain juga. “Kami terpaksa membelihkan pupuk didaerah lain untuk memenuhi kebutuhan dalam memupuk tanaman,” ujar Wan, kepada wartawan koran ini, kemarin.

Angota DPRD Kabupaten Empat Lawang, Isa Ansyori membenarkan daerahnya mengalami kesulitan pupuk bersubsidi, kelangkaan ini dikarenakan pola distribusi yang salah. “Kita minta kepada PT Pusri maupun pemerintah Kabupaten Empat Lawang agar pendistribusian itu langsung saja ke Koperasi Unit Desa,” ucap Isa.

Dikatakannya, distributor dan pengecer yang selama ini dikuasai pengusaha tidak jalan dikarenakan pengusaha di Kabupaten Empat Lawang sendiri belum mampu apabila diminta menyertakan modal hingga ratusan juta rupiah. Nah, dengan gulung tikarnya distributor itu, pupuk urea harus dioper dari Kabupaten Lahat, ini lah faktor pupuk tersebut sulit didapatkan dikarenakan kuota Rencana Definitif Kebutuhan Kelompak tidak sesuai dengan Kabupaten Lahat. “Pemerintah seharusnya membuka peluang bagi KUD untuk menjadi pengecer pupuk dan menjadi distributornya sebab KUD yang selama ini ada mati. Nanti bisa dibandingkan mana yang lebih baik distrisbusinya melalui pihak luar atau KUD,” kata Isa.

Untuk dana sendiri bisa nanti pemerintah Kabupaten Empat Lawang memberikan dana hibah untuk menebus menjadi distributor pupuk atau dari sumbangan KUD juga bisa diperdayakan. Tak hanya itu dalam penyalurannya sendiri, harus dikawal ketat oleh tim pemantau pupuk bersubsidi kabupaten. “Ia harus ada pengawalan kabupaten sejak dilakukan pendistibusian dari gudang ke agen hingga pengecer. Hal ini sekaligu mencegah kemungkinan terjadinya pengiriman pupuk ke luar daerah,” imbuh Isa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Empat Lawang, Rudianto menangapi pupuk sebenarnya tidak langka namun mungkin keterlambatan saja dalam pendistribusiannya. “Mengapa dibilang tidak langkah, karena distribusinya sesuai dengan RDKK yang ada,” ucap Rudianto.

Terkait pendistribusian selama ini, usulan dari anggota dewan itu bagus, namun distribusi yang ada sekarang sudah menjadi ketetapan dari PT Pusri, namun pihaknya  akan berkoordinasi kembali terkait pendistribusian itu sendiri. (07)

Previous Guru Tidak Boleh Gaptek
Next Bayar Tepat Waktu, Pelanggan Diberi Hadiah