Puncak Musim Panen Masih Lama


Foto: Pidi/Pagaralam Pos JUAL: Suasana jual beli biji kopi di salahsatu gudang di kota Pagaralam. Foto diabadikan beberapa waktu lalu.
Foto: Pidi/Pagaralam Pos
JUAL: Suasana jual beli biji kopi di salahsatu gudang di kota Pagaralam. Foto diabadikan beberapa waktu lalu.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Puncak musim panen kopi di Pagaralam rasanya masih lama. Puncak musim yang ditunggu-tunggu para petani kopi ini diprediksi akan jatuh beberapa bulan ke depan. “Puncak musim kopi akan tiba pada Juni atau Juli nanti,” sebut Wanto, salahseorang petani kopi di Kecamatan Dempo Utara, kemarin.

Dijelaskan, dinamakan puncak musim kopi, karena saat itulah hampir semua kopi di Pagaralam sudah memasuki masa panen. “Kalau saat ini buah kopi kebanyakan belum matang. Jadi belum bisa dipanen,” imbuhnya.

Senada dengan Darlis. Petani kopi di Kecamatan Dempo Selatan memprediksi, puncak musim kopi akan tiba pada Juli nanti. “Kalau sekarang belum bisa dikatakan puncak musim kopi. Sebabnya belum banyak petani yang melaksanakan panen,” terangnya.

Saat ini tambah dia, belum terlihat adanya aktivitas menjemur kopi di halaman rumah. Hal ini menandakan bahwa musim panen memang belum masuk. “Mudah-mudahan musim kopi tahun ini berjalan lancar. Kopi banyak buahnya,” harapnya.

Lalu, berapa harga biji kopi saat ini? Sudi, salahseorang agen pengumpul biji kopi di Dusun Bumi Agung menyebutkan, harga biji kopi saat ini berada di Rp20 ribu/kg. “Untuk biji kopi kualitas bagus Rp20 ribu,” ucap Sudi.

Diakui Sudi, karena belum memasuki musim panen, saat ini belum banyak petani yang menjual biji kopi ke gudangnya. “Nanti kalau sudah musim, biasanya banyak yang menjual. Mungkin awal bulan Mei panen sudah dimulai,” tuturnya. Ditambahkan, harga biji kopi bisa mengalami kenaikan. Juga bisa mengalami penurunan. “Harga biji kopi itu sifatnya fluktuatif,” katanya. (11/CE-V)

Previous Masih Butuh Tambahan Lampu Jalan
Next Pamerkan Lukisan dan Kemahiran Bermain Musik