Puluhan Tahun Warga Terkena Dampak Limbah Batubara


PAGARALAM POS, Lahat – Anak sungai Lematang ini diduga telah lama tercemar oleh limbah salahsatu perusahaan batubara yang beroperasi di wilayah Kabupaten Muara Enim dan Lahat. Membuat warga Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, tidak dapat memanfaatkan air dari aliran Sungai Lawai. Padahal dahulunya sungai tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga, mulai dari mandi, mencuci sampai diminum, tetapi saat ini jika mandi air sungai tersebut, warga mengalami gatal-gatal.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, selain gatal-gatal saat warga mandi, tanaman duku dan kopi warga yang berada disepanjang aliran Sungai Lawai pun ikut mati, diduga akibat pengaruh limbah yang sudah mencemari air sungai. Padahal wilayah ini termasuk penghasil duku terbesar di Kabupaten Lahat. “Janganke diminum, mandi bae badan gatal. Luas kebun duku samo kopi kami bekurang, banyak yang terendam limbah,” ujarnya.

Kades Muara Lawai, Johan Rapani tidak menapik pengakuan warganya itu. Bahkan, ungkapnya, warga air sungai selalu berubah-ubah, karena perusahaan membuang limbah. “Kadang jam 6 pagi, kadang jam 12 siang warna air bisa biru, keruh,” katanya.(mg21)

#baca berita selengkapnya….terbit 11 mei 2016#

Previous Raih Nilai UN Tertinggi Tingkat Kota
Next Warga Meninggal Masuk Daftar Penerima PKH