Puluhan Ruko Kena Gusur


Foto: Adi/Pagaralam Pos Ukur: Tim ketika melakukan pengukuran pelebaran jalan, kemarin.
Foto: Adi/Pagaralam Pos
Ukur: Tim ketika melakukan pengukuran pelebaran jalan, kemarin.

EMPAT LAWANG – Puluhan Rumah Toko (Ruko) di pinggiran Jl Letda Abubakardin, Pasar Ulu, Kecamatan Tebing Tinggi, akan dilakukan penggusuran. Penggusuran tersebut dilakukan karena jalan di kawasan tersebut akan dilakukan pelebaran jalan.

Untuk tahun 2015 ini pelebaran jalan direncanakan di sisi jalan sebelah kanan (jika dari arah simpang Tugu Emass menuju Pasar Tebing Tinggi) atau di seberang Mapolres Empat Lawang. Luas jalan yang akan dilakukan pelebaran yakni 5,5 meter dari badan jalan yang ada.

Pantauan kemarin, pengukuran jalan dipimpin langsung Ketua DPRD Empat Lawang, H. David Hadrianto bersama anggota DPRD Dapil I lainnya dan jajaran Pemkab Empat Lawang. Titik awal yang diukur yakni di depan Kantor BTPN KCP Tebing Tinggi hingga depan Eks Pasar Musi Jaya I atau lokasi pembangunan jembatan Pulo Emass. “Jaringan PDAM di bawah bangunan banyak, jadi harus dipindahkan dan diganti jaringan darurat dahulu supaya ketika pembangunan air masih bisa mengalir,” ujar David kemarin.

Sementara untuk kabel Telkom tidak ada di bawah bangunan. Namun masih akan dipindahkan bersama jaringan listrik sebab jaringan Telkom ada di pinggir jalan sama dengan jaringan listrik.

Selain melakukan pengukuran, David juga mensosialisasikan pembangunan jalan kepada pemilik ruko yang bangunannya digusur maupun tidak digusur. “Dua minggu lagi pembangunan jalan akan dikerjakan. Atap atau bangunan yang kena gusur secepatnya dilepas,” pesan David kepada beberapa pemilik Ruko.

Bahkan bangunan rumah Ketua DPRD Empat Lawang itu setelah dilakukan pengukuran juga digusur, namun hanya sedikit. “Ya, bangunan rumah saya juga kena gusur. Saya siap menggusur rumah saya dan sebagai contoh bahwa bangunan rumah saya juga kena gusur untuk pelebaran jalan,” kata David.

Terpisah, Kepala Dinas PU Bina Marga Empat Lawang, H. Fauzi menjelaskan, bahwa bangunan yang tidak digusur merupakan bangunan baru. Sedangkan bangunan yang banyak digusur merupakan bangunan lama. “Bangunan baru tidak ada yang kena gusur, karena sudah menerapkan IMB,” jelasnya. (07/CE-V)

Previous Pembangunan Daerah Butuh Bantuan Pemerintah Pusat
Next Matangkan Kesiapan MTQ