Puluhan Pendemo Gelar “Yasinan”


Foto : Heru/Pagaralam Pos
YASINAN : Puluhan warga Desa Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, lakukan aksi demo dengan cara membaca Surat Yasin, Senin (11/11).

PAGARALAM POS, Lahat – Alih-alih melakukan aksi dengan cara berteriak, dan mencaci maki Pemkab Lahat. Puluhan massa yang merupakan warga Desa Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, malah lakukan aksi dengan cara membaca Surat Sayin di halaman Pemkab Lahat.

Puluhan massa yang mayoritas orang tua ini berdoa, Pemkab Lahat bisa mengambil sikap tegas. Melakukan penghentian aktifitas tambang batubara milik PT Bumi Gema Gempita (PT BGG). Dengan dalih lahan sengketa yang berada di Desa Muara Lawai itu, merupakan milik puluhan Warga Desa Banjarsari, yang belum dilakukan pembebasan. “Warga merasa rugi, lahannya digarap perusahaan, tapi belum ada ganti rugi,” kata Erwinsyah, selaku koordinator aksi, Senin (11/11).




Dari informasi yang digalih media ini, pihak PT BGG merasa telah melakukan pembebasan terhadap lahan yang disengketakan. Hanya saja ditengah jalan, sejumlah warga dari Desa Banjarsari mengklaim lahan tersebut merupakan milik mereka. Dibuktikan dengan surat-surat kepemilikan yang berasal dari Desa Banjarsari. “Pemkab Lahat bukan tidak mau lakukan penyetopan aktivitas PT BGG pada lahan yang disengketakan. Perlu kami kaji dahulu agar tidak timbul masalah baru,” kata Asisten II Setda Lahat, Sri Mulyati, saat menanggapi massa yang melakukan aksi.

Sri juga mengatakan, Pemkab Lahat sudah melakukan upaya penelusuran langsung di titik lokasi, lahan milik masyarakat Desa Banjar Sari di IUP PT BGG yang belum diganti rugi. Namun sayang menemui jalan buntu, karena dihalangi oleh masyarakat setempat. “Tim sudah turun. Tapi warga Desa Muaralawai malah menghentikan kendaraan tim, dan melarang tim ke lokasi,” ucap Sri, disela sebelum massa meninggalkan halaman Pemkab Lahat. (mg02)

Previous Joncik Siapkan Bonus Atlet Berprestasi
Next Vespa Gembel Asal Jawa Terbakar