Prona Disinyalir Ajang Pungli






PAGARALAM POS, Pagaralam – Program Agraria (Prona) yang digadang pembuatan sertifikat tanah yang diberikan kemudahan dari Pemerintah Pusat, disinyalir masih dimanfaatkan sejumlah oknum pejabat ditingkat kelurahan memanfaatkan situasi menarik, sejumlah embel-embel biaya alias pungutan liar (pungli).




Menyikapi hal tersebut, Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati Mkes melalui Sekdakot Pagaralam, Drs Safrudin MSi, sejauh ini dirinya tak menampik adanya laporan sejumlah warga yang mempertanyakan adanya pungutan biaya oleh oknum pejabat atau PNS di sejumlah kelurahan. Padahal sebelumnya, para lurah dan camat sudah diimbau untuk tidak melakukan penarikan biaya apalagi pungli.




“Sebelumnya kita sudah mendapatkan laporannya mengenai prona masih ada yang memungut biaya yang dipatok. Kalau sekedar untuk biaya membeli beberapa materai, kan tidak segitu, hanya puluhan ribu harganya,” katanya seraya mengatakan terkait adanya laporan ini akan kita panggil yang bersangkutan untuk meminta kejelasannya terkait prona ataupun mengurus proses sertifikat di wilayah mereka.




Laporan pengaduan ini akan ditindaklanjuti dan dipanggil yang bersangakutan, seperti lurah ataupun camat. “Akan kita panggil yang bersangkutan terkait laporan warga mereka. Saat ini praktek pungli disejumlah pelayanan publik harus diberantas, karena memberatkan masyarakat. Diimbau, khususnya pejabat pelayan publik, mari layani masyarakat dengan baik dan profesional,” pintanya.




Sementara itu, Adi, salahsatu warga Karang Dalo, sangat diberatkan dengan adanya tarif untuk menebus sertifikat Prona hingga Rp 600 ribu. “Katanya sertifikat prona gratis, kok ngambilnya di kelurahan harus nebus,” ujar dia. (06)

Previous Guritan, Seni Sastra Lisan Besemah
Next Tumbuhkan Minat dan Budaya Baca