Program Pro Masyarakat Mempengaruhi IPM


PAGARALAM POS, Pagaralam – “Biasanya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan indeks kemiskinan itu sama. Bila IPM rendah, harusnya indeks kemiskinan tinggi, begitu juga sebaliknya. Nah, kemarin itu kita lihat, IMP Pagaralam rendah, tapi tingkat kemiskinan juga rendah. Harusnya, ini berbanding terbalik,” demikian dikatakan Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH, usai membuka Musrenbang RPJMD tahun 2018.




Kak Pian sapaan akrabnya menyebut, ada beberapa faktor menjadikan hal tersebut, bahwa IPM sangat dipengaruhi oleh sesuatu yang dilakukan pemerintah, berdampak langsung ke masyarakat. Misalnya, bila pemerintah membuat suatu jalan pertanian. Itu tentu langsung berhubungan dengan masyarakat. “Seperti bila selama ini, masyarakat menggunakan jalan pertanian berupa tanah, telah berubah ke jalan aspal. Ini sudah barang tentu sangat langsung terhadap IPM. Bila jalan yang sudah aspal, tapi kita layer atau aspal lagi, maka tentu tidak ada nilainya,” urainya.




Tidak hanya itu tambahnya, bantuan lainnya yang bisa menyentuh masyarakat, dapat berupa bantuan alat pertanian traktor, stek kopi dan lainnya. “Inilah yang akan turut serta, dalam mempengaruhi IPM di Pagaralam,” tambahnya.




Sebelumnya, berdasarkan data BPS Kota Pagaralam, IPM menunjukkan trend kenaikan dari tahun ke tahun. Lima tahun belakang, angkanya menunjukkan peningkatan, dengan indikator rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. “Lima tahun belakang, data dari kita (BPS Kota Pagaralam), angka IPM Kota Pagaralam menunjukkan kenaikan,” ungkap Kepala BPS Kota Pagaralam, Dedi Fahlezi didampingi Pray Nadeak, Staff Diseminasi Statistik, belum lama ini.




Mengenai detailnya sebut Dedi, terhitung di 2013 angkanya 64,14; di 2014 64,75; di 2015 65,37; tahun 2017 65,96 sedangkan di tahun 2017 menjadi 66,81; (lebih lengkap baca table IPM). “Kenaikan angka indeks IPM, didapat dari penghitungan beberapa komponen penyusun indeks. Seperti harapam lama sekolah yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu (umurnya 7 tahun dimasa akan dating, red). Dan rata rata lama sekolah, jumlah tahun belajar penduduk usia 15 tahun keatas yang telah diselesaikan dalam pendidikan formal,” bebernya seraya mengatakan adapun untuk pendataan yang dilakukan ini melalui Survey Ekonomi Sosial Nasional (Susenas).




Ditambahkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pagaralam, Ir Hj Zaitun MSi, kenaikan IPM ini tidak terlepas dengan program pembangunan yang bersasar di sector pendidikan dan kesehatan. Sebagaimana selaras dengan misi dan visi walikota di sector pendidikan salahsatunya. “Program walikota sekarang khususnya di sector pendidikan dalam hal ini untuk memacu kualitas SDM,beliau memprogramkan beasiswa mulai dari tingkat SD hingga SII bagi mereka yang berprestasi,” kata Zaitun dihubungi via ponselnya.




Dia juga menyebutkan, kedua sector tersebut (pendidikan dan kesehatan, red) pada akhirnya menitikberatkan untuk mengentaskan kemiskinan. “Semua rencana pembangunan yang diprogramkan tak lain mengentaskan kemsikinan dan kemajuan daerah,” pungkasnya. (06/09)

Previous Sumbang Saran Dibutuhkan Demi Pagaralam Maju
Next Gudang Miras tak Kantongi Izin