Prediksi Paslon Pilkada Pagaralam 2018


Novirzah-Nanto, Henky-Agus, Hermanto-Arman
PAGARALAM POS, Pagaralam – Suasana politik di Pagaralam jelang Pilkada sudah mulai terasa meriah. Ini salahsatunya dengan beredarnya informasi yang berkenaan pasangan calon (Paslon). Beberapa bakal calon (Balon), dikabarkan sudah mulai lirik untuk maju bersama.




Informasi yang dihimpun Pagaralam Pos dari lapangan, menyebutkan setidaknya ada empat Paslon yang siap maju di Pilkada Pagaralam 2018 nanti. Keempat Paslon itu adalah, Novirzah Djazuli SE-Nanto SE, Henky Solihin MZ SHMH-Drs Agus Effendy HM Apt, Hermanto SH MSi- Ir Armansyah MM, dan Alpian SH-M Fadli SE.




Ketika dihubungi Pagaralam Pos, kemarin (6/7), Novirzah menyatakan, dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi. Karena itu, diakuinya, ada kemungkinan dirinya berpasangan dengan Nanto Chicken. “Bisa jadi. Bisa dengan Pak Nanto. Apalagi, Pak Nanto itu orangnya bagus dan lurus,” ujar Kojek-panggilan akrab Novirzah.




Novirzah menjelaskan, nantinya orang yang akan berpasangan dirinya akan diumumkan kepada publik. Untuk saat ini, dirinya masih terus memantau semua nama. “Yang pasti kita lihat survei,” ujarnya.




Nanto Chicken tak membenarkan ataupun membantah kabar bahwa dirinya akan berpasangan dengan Novirzah. Ia menjelaskan, itu semua tergantung dengan keputusan partai politik yang akan mengusung. Kendati demikian, ia menyatakan, sudah mendaftar sebagai Balon Wakil di beberapa partai politik Pagaralam. “Saya siap. Saya sudah mendaftar di PKPI, Hanura dan Nasdem,” ujar anggota DPRD Pagaralam ini.




Sementara itu, Agus Effendy mengakui sudah menjalin komunikasi dengan beberapa Balon, termasuk dengan Henky Solihin. “Kalau diibaratkan dengan orang yang mau pacaran, saya dengan Henky itu masih saling lirik,” ujar Agus, saat diwawancarai Pagaralam Pos, awal Juli lalu.




Soal isu berkembang di lapangan, menyebutkan dirinya dijodohkan dengan Agus Effendi, tentu ditanggapi dengan santun oleh Henky Solihin, menurut Henky, bahwa politik itu dinamis semua bisa terjadi. “Balon Walikota Agus Efendi merupakan Balon yang punya potensi dan intelektual. Namun, jika kita mengamati Undang-undang Nomor 10 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 1 tahun 2015, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi undang-undang, bahwa peran pusat dan daerah dalam penyaringan Balon, akan dibuktikan melalui lembaga survei yang diminta sebagai persayaratan, sebagai tolok ukur eliktabilitas Balon Walikota,” sebutnya.




Dengan demikian, kata Henky, artinya bisa dimungkinkan dirinya akan berpasangan ataupun dipasangkan dengan incumbent ataupun yang lain. “Kesemuanya akan terlihat dari hasil lembaga survei. Dan disini kita dapat menggaris bawahi nuansa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018, akan berbeda dengan Pilkada kemaren, karena hal ini sudah di atur pada undang-undang,” jelas Henky.




Adapun Hermanto mengakui sudah melakukan komunikasi yang intensif dengan Armansyah. “Prinsip kami sudah sama, yakni menolak fee proyek apapun bentuk dan alasannya. Itu yang paling penting,” ujar Hermanto saat ditemui Pagaralam Pos, di kawasan Tanjung Payang, sore kemarin.




Kendati demikian, lanjut Kew-sapaan Hermanto-keputusan akhir tergantung dengan partai politik pengusung. Dengan demikian, masih butuh proses dan waktu. Beda halnya dengan dengan jalur independen yang bisa diputuskan oleh Balon yang bersangkutan.




Adapun Alpian SH juga belum merubah keputusannya. Ia memastikan tetap akan berpasangan dengan M Fadli. “Sampai saat ini, kami tetap berpasangan,” katanya saat diwawancarai Pagaralam Pos pada Juni lalu.

Diluar empat Paslon itu, ada juga kabar tentang akan berpasangannya Ir Gunawan MT dengan Yumisah SE. Namun, Gunawan menjelaskan, duet itu bisa terjadi bila hasil survei mendukung. “Kalau surveinya tinggi, mengapa tidak (berpasangan),” ujar Gunawan usai buka puasa bersama di kantor Partai Nasdem, Juni lalu.




Belum Berpikir ke Arah Itu
Sementara itu, Walikota Pagaralam incumbent, dr Hj Ida Fitriati MKes yang juga akan nyalon lagi, menyatakan, belum memutuskan sebuah nama untuk jadi pasangan. “Saya belum berpikir sejauh itu,” ujar Ida usai mengambil formulir pendaftaran di DPC Partai Hanura, beberapa waktu lalu.




Saat ini tambah Ida, yang paling penting adalah mengikuti mekanisme yang dibuka tiap Parpol yakni pendaftaran. Soal hasilnya, Ida menyerahkan sepenuhnya kepada Parpol masing-masing. (11)

Previous Mitos Misteri Bulan Apit
Next Anggota Sabhara Ini, Gagalkan Aksi 2 Teroris di Mapolres Pagaralam